Apa saja fungsi vakuola kontraktil pada amoeba?

Pada amoeba (protozoa) proses pencernaan makanan berlangsung di dalam vakuola kontraktil. Vakuola kontraktil dijumpai pada protozoa yang hidup di air tawar. Vakuola kontraktil merupakan vakuola yang dapat membesar maupun mengecil.

Selain berfungsi sebagai alat pencernaan dan alat ekskresi vakuola kontartil juga berfungsi sebagai pengatur tekanan osmosis. Sehingga vakuola kontraktil juga disebut sebagai osmoregulator.

Makanan pada protozoa berlangsung di dalam vakuola makanan. Pada awalnya lisosom akan mengeluarkan enzim pencernaan ke dalam vakuola kontraktil (vakuola makanan).

Enzim pencernaan tersebut menyebabkan vakuola kontraktil menjadi asam sehingga makanan menjadi mudah dicerna.

Kemudian terjadi proses pemisahan berbagai garam kalsium sehingga menyebabkan suasana lingkungan mempunyai PH yang seimbang dengan tujuan agar enzim pencernaan bekerja maksimal.

Dengan keadaan PH yang seimbang menyebabkan bahan makanan menjadi lebih sederhana dan mudah diserap oleh sitoplasma.

Apabila vakuola makanan menjadi netral dengan lingkungannya menandakan proses pencernaan makanan sudah selesai. Sari-sari makanan yang tidak diserap oleh sel tubuh akan dikeluarkan melalui eksositosis.

Protozoa yang bersifat parasit memperoleh makanan dengan cara menyerap cairan makanan dari tubuh inangnya melalui permukaan di seluruh tubuhnya. Protozoa juga memangsa organisme lain yang mberukuran lebih kecil dari tubuhnya seperti bakteri, alga disebut holozoik.

Protozoa juga ada yang dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis seperti pada tumbuhan hijau sehingga protozoa bersifat haloptik. Jika makanan Protozoa berasal dari sisa tumbuhan dan bahan organik lainnya maka protozoa dikatakan bersifat saprofitik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *