10 Penyebab Konflik dalam Masyarakat

Konflik sosial sesungguhnya merupakan suatu proses bertemunya dua pihak atau lebih yang mempunnyai kepentingan yang relative sama terhadap hal yang sifatnya terbatas. Dengan demikian, terjadilah persaingan hingga menimbulkan suatu benturan-benturan fisik baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar.

Faktor-Faktor Penyebab Konflik

Beberapa hal yang dapat memicu terjadinya konflik antara lain:

1. Perbedaan Individu

Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, pendapat atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan dan identitas seseorang.

2. Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan

Kepribadian seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sama. Apa yang dianggap baik oleh suatu masyarakat belum tentu sama dengan apa yang dianggap baik oleh masyarakat.

3. Perbedaan Kepentingan

Setiap individu atau keompok seringkali memiliki kepentingan yang berbeda dengan individu atau kelompok lainnya. semua itu bergantung dari kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Perbedaan kepentingan ini menyangkut kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

Penyebab Konflik dalam Masyarakat

Dengan demikian, sebenarnya sebab-sebab apakah yang menyebabkan munculnya konflik? Berikut ini 10 penyebab konflik dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut:

  1. Perbedaan pendirian dan perasaan orang seorang makin tajam sehingga timbul bentrokan perseorangan
  2. Perubahan sosial yang terlalu cepat di dalam masyarakat sehingga terjadi disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai reorganisasi dari sistem nilai baru.
  3. Perbedaan kebudayaan yang memengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang bersangkutan. Hal ini akan menimbulkan pertentangan kelompok.
  4. Bentrokan antar kepentingan, baik perseorangan maupun kelompok, misalnya kepentingan ekonomi, sosial, politik, ketertiban, dan keamanan.
  5. Permasalahan di bidang ekonomi, seperti kelangkaan beberapa kebutuhan pokok masyarakat.
  6. Lemahnya kepemimpinan pada berbagai tingkatan (weak leadership)
  7. Ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian atau seluruh kelompok masyarakat
  8. Rendahnya tingkat penegakan hukum (lack of legal mechanism)
  9. Tererosinya nilai-nilai tradisional yang mengedepankan kebersamaan dan harmoni (erosion of traditional community strengthening values).
  10. Sejarah opresi pemerintah pada masa lalu terutama melalui kekuatan militer bersenjata (past history of goverment oppression)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *