14 Penyakit pada Sistem Reproduksi pada Manusia

Seperti halnya sistem tubuh lainnya, sistem reproduksi pada manusia dapat mengalami gangguan dan penyakit. Gangguan dan penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tumor, infeksi virus atau bakteri, serta kelainan fisiologis pada organ reproduksi.

Penyakit pada Sistem Reproduksi pada Manusia

Berikut akan dijelaskan beberapa contoh gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi manusia, diantaranya:

  1. Endometriosis

Endometriosis merupakan gangguan akibat adanya jaringan endometrium dari luar rahim (uterus). Kelainan ini berupa tumbuhnya jaringan endometrium pada ovarium, usus besar ataupun kandung kemih. Endometriosis menyebabkan sakit pada saat menstruasi.

  1. Kanker genitalia

Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks, dan ovarium. Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya, mungkin karena iritasi yang disebabkan oleh virus.

Pengobatannya dengan kemoterapi dan bedah laser. Kanker serviks terjadi bila pertumbuhan sel-sel yang abnormal di seluruh lapisan epitel serviks.

Penanganannya dengan pengangkatan uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limfa panggul. Kanker ovarium gejalanya tidak jelas. Biasanya dapat berupa rasa pegal pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganannya dengan kemoterapi dan pembedahan.

  1. Impotensi

Impotensi merupakan ketidakmampuan penis untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan produksi hormon testosteron, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, dan gangguan sistem saraf.

  1. Gonorea (GO)

Gonorea adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh jenis bakteri Neisseria gonorrhoeae yang ditularkan melalui hubungan seksual. Masa inkubasi antara 2-10 hari setelah tubuh terinfeksi oleh jenis bakteri tersebut.

Ciri dari penyakit gonorea adalah timbul rasa nyeri ketika buang air kecil, merah, bengkak dan bernanah pada alat kelamin. Penyakit gonorea dapat menyebabkan kemandulan, baik pada wanita maupun laki-laki.

Gejala panyakit gonorea pada laki-laki adalah

  • Keluarnya cairan kental berupa nanah dari lubang uretra,
  • Timbul rasa nyeri ketika buang air kecil.

Sementara itu, gejala penyakit gonorea pada wanita adalah

  • Keluarnya cairan kental berupa nanah dari vagina,
  • Timbul rasa nyeri dan panas ketika buang air kecil,
  • Pada bayi baru lahir, terdapat cairan kuning kental dari mata.

Cara mencegah penyakit gonorea adalah hindari hubungan seksual dengan pelacur, pasangan yang berganti-ganti, dan dengan siapa saja yang alat kelaminnya sedang mengeluarkan cairan atau luka.

  1. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

Acquired berarti diperoleh, Immune deficiency berarti kekebalan yang rapuh, syndrome berarti kumpulan gejala yang timbul bersamaan.

Jadi, AIDS mempunyai arti menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit, sehingga pengidap AIDS mudah sekali terserang penyakit yang berbahaya. Bahkan, bakteri yang bagi orang biasa tidak menimbulkan penyakit, tetapi pada penderita AIDS dapat menimbulkan kematian.

  1. Sifilis

Disebabkan oleh bakteri Triponema pallidium. Ditandai dengan adanya luka pada alat kelamin dan jika tidak segera diobati, bakteri dapat merusak sel otak, melumpuhkan tulang atau merusak jantung dan pembuluh darah.

Penyakit ini juga dapat menyebar dan menyerang organ-organ tubuh lainnya, kemudian menimbulkan kerusakan pada organ tersebut.

  1. Hipogonadisme

Hipogonadisme merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan estrogen. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganannya dapat dilakukan dengan terapi hormone

  1. Herpes Genital

Penyakit ini disebabkan oleh jenis virus Herpes simplex dengan masa inkubasi antara 4-7 hari setelah tubuh terinfeksi oleh virus tersebut. Herpes genital merupakan infeksi virus pada genital (alat kelamin luar) yang ditularkan melalui hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan.

  1. Epididimitis

Penyakit ini terjadi pada pria. Epididimitis adalah peradangan pada saluran epididimis yang disebabkan oleh infeksi atau karena terkena penyakit menular seksual.

Penyakit ini ditandai dengan rasa nyeri disertai pembengkakan pada salah satu testis. Salah satu penyebab terjadinya penyakit ini adalah perilaku seks bebas.

  1. Infertilitas

Infertilitas merupakan ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan. Pada pria, infertilitas diartikan ketidakmampuan sperma untuk membuahi ovum.

Infertilitas dapat disebabkan oleh gangguan spermatogenesis dan oogenesis, tersumbatnya saluran sperma, tersumbatnya tuba Fallopi, dan gangguan pada rahim.

  1. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam scrotum pada waktu bayi. Penangannya dapat dilakukan dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testoteron.

  1. Prostatitis

Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat. Peradangan kelenjar prostat ini dapat diikuti oleh peradangan uretra. Penderita prostatitis memiliki gejala-gejala seperti sakit saat buang air kecil.

  1. Keputihan

Keputihan yaitu penyakit kelamin yang terjadi pada perempuan dengan ciri-ciri terdapat cairan berwarna putih kekuningan atau putih keabu-abuan pada bagian vagina. Cairan tersebut bersifat encer maupun kental, berbau tidak sedap dan bisa menyebabkan rasa gatal pada vagina.

Penyakit ini bisa diakibatkan oleh infeksi jamur Candida albicans, bakteri, virus dan parasit. Penyakit ini dapat terjadi apabila kebersihan bagian vagina dan sekitarnya kurang dijaga dengan baik.

  1. Orkitis

Orkitis merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *