Pengertian Bioteknologi

Pengertian Bioteknologi – Bioteknologi adalah penggunaan proses biologi, organisme, atau sistem untuk memproduksi produk yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Para bioteknologi awal adalah petani yang mengembangkan spesies peningkatan tanaman dan hewan oleh lintas pollenisasi atau persilangan. Dalam beberapa tahun terakhir, bioteknologi telah berkembang di kecanggihan, lingkup, dan penerapan.

Pengertian Bioteknologi

Ilmu bioteknologi dapat dipecah menjadi subdisiplin ilmu yang disebut merah, putih, hijau, dan biru. Bioteknologi merah melibatkan proses medis seperti mendapatkan organisme untuk menghasilkan obat baru, atau menggunakan sel induk untuk menumbuhkan jaringan manusia yang rusak dan mungkin kembali tumbuh seluruh organ.

Bioteknologi Putih (juga disebut abu-abu) melibatkan proses industri seperti produksi bahan kimia baru atau pengembangan bahan bakar baru untuk kendaraan. Bioteknologi Hijau berlaku untuk pertanian dan melibatkan proses seperti pengembangan benih tahan hama atau evolusi dipercepat hewan tahan penyakit. Bioteknologi Biru, jarang disebutkan, meliputi proses di lingkungan laut dan air, seperti mengontrol perkembangan organisme berbahaya yang terbawa air.

Bioteknologi, seperti teknologi canggih lainnya, memiliki potensi untuk penyalahgunaan. Kekhawatiran tentang hal ini telah menyebabkan upaya oleh beberapa kelompok untuk memberlakukan undang-undang yang membatasi atau melarang proses atau program tertentu, seperti kloning manusia dan penelitian sel induk embrio. Ada juga kekhawatiran bahwa jika proses bioteknologi digunakan oleh kelompok-kelompok dengan maksud jahat, hasil akhirnya bisa menjadi senjata biologis.

Ruang Lingkup Bioteknologi

  • Rekayasa genetika, meliputi tumbuhan dan hewan.
  • Bioteknologi bidang industry, meliputi pangan dan minuman.
  • Bioteknologi reproduksi, hewan, tumbuhan dan manusia.
  • Bioteknologi kedokteran/farmasi/obat-obatan.
  • Bioteknologi bidang pertanian.
  • Bioteknologi bidang industry pertambangan.

Macam dan Jenis Bioteknologi

Bioteknologi konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi sederhana yang menerapkan ilmu biologi, biokimia. Rekayasa yang terjadi masih dalam tingkat yang terbatas. Bioteknologi konvensional menggunakan jasad hidup secara utuh. Proses biokimia dan proses genetik terjadi secara alami. Manipulasi yang dilakukan dalam bioteknologi ini hanya sebatas manipulasi pada lingkungan dan media tumbuh serta tidak sampai pada tahap rekayasa genetika.

Bioteknologi modern

Bioteknologi modern telah menggunakan teknik rekayasa tingkat tinggi dan terarah sehingga hasilnya dapat dikendalikan dengan baik Teknik yang sering digunakan adalah dengan melakukan manipulasi genetik pada suatu jasad hidup secara terarah sehingga diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.

Contoh hasil bioteknologi :

  1. Vaksin hepatitis, dihasilkan dari sel khamir yang telah disisipkan gen virus akan menghasilkan selubung protein yang akan digunakan untuk membuat vaksin hepatitis.
  2. Hormon insulin, dihasilkan dari gen hormone insulin manusia yang disisipkan ke DNA bakteri dengan menggunakan enzim. Sebelumnya DNA bakteri dipotong dengan menggunakan enzim juga. Kemudian DNA bakteri disisipkan ke dalam sel bakteri dan bertumbuh menggandakan diri bersama dengan gen hormone insulin, sehingga dihasilkannya hormone insulin dalam jumlah yang besar
  3. Antibodi monoclonal, dihasilkan dengan cara menggabungkan sel limfosit (sel penghasil antibodi) dengan sel yang terkena penyakit. Antibodi monoclonal ini dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker serta untuk mencegah keracunan dan mengetahui tanda-tanda kehamilan.
  4. Penggabungan protoplasma, merupakan rekayasa genetika yang dapat digunakan dalam bidang pertanian. Seperti menggabungkan protoplasma untuk menghasilkan tanaman hibrida yang memilikii sifat baru serta dapat mengatasi penyakit.

Manfaat Bioteknologi Bidang Industri

Adalah penerapan dan pengembangan bioteknologi dalam bidang industri baik industri pangan dan industri minuman. Merupakan proses pemanfaatan organisme seperti bakteri, virus, fungi sebagai pengolah bahan dasar menjadi bahan jadi atau jasa dalam bidang industry makanan dan industry minuman.

Contohnya :

  1. Tuak adalah sejenis minuman yang merupakan hasil fermentasi dari bahan minuman/buah yang mengandung gula
  2. Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan “tape singkong”. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan “tape pulut” atau “tape ketan”.
  3. Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut serta dapat pula terbuat dari air kelapa.. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai.

Bioteknologi Pada Hewan

Generasi pertama bioteknologi reproduksi peternakan di Indonesia adalah Inseminasi buatan/kawin suntik. Dimulai sejak tahun 1956 dengan menggunakan semen cair segar dan baru tahun 1972 menggunakan semen beku.

Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan mutu genetik, terutama pada sapi perah dan sapi potong. Terlihat jelas dampak positif dari teknologi ini dalam pengembangan sapi perah, tetapi dalam pengembangan sapi potong belum terlihat baik.

Bioteknologi Pada Manusia

Teknologi Bayi Tabung yaitu dengan metode FIV (fertilization in vitro) merupakan pembuahan yang terjadi diluar tubuh ibu. Teknik ini dengan cara mempertemukan sel sperma dengan sel ovum dengan kualitas yang terbaik diluar uterus, diletakkan di cawan petri serta pembuahannya dibantu dengan gelombang listrik untuk memudahkan penyatuan sel sperma dan sel ovum. Setelah bersatu maka zigot ditransfer ke dalam uterus donor (mother host) dan berkembang seperti layaknya zigot yang dihasilkan melalui cara alamiah.

Bioteknologi Bidang Pertanian

Bioteknologi Bidang Pertanian Yaitu penerapan dan pengembangan bioteknologi dalam bidang pertanian yang berguna untuk meningkatkan hasil pertanian/budidaya pertanian. Metode pengendalian hama dengan cara pengendalian biologi/biological control yaitu pengendalian hama dengan menggunakan predator atau musuh alami dari hama tersebut.

Contohnya :

  • Gulma kaktus dapat dibasmi dengan hewan semacam kutu.
  • Ulat kupu Artona yang merusak tanaman kelapa dapat dibasmi dengan lebah penyengat.
  • Hama kutu loncat dapat dibasmi dengan semut rangrang.