Tag: Penduduk

Pengertian Desa Swakarya

Desa Swakarya adalah desa yang setingkat lebih maju dari desa swadaya, di mana adat-istiadat masayarakat desa sedang mengalami transisi, pengaruh dari luar sudah mulai masuk ke desa, yang mengakibatkan perubahan cara berpikir dan bertambahnya lapangan pekerjaan di desa. Sehingga mata pencaharian penduduk sudah mulai berkembang dari sektor primer ke sektor sekunder, produktifitas mulai meningkat dan […]

Kelebihan dan Kekurangan Teori Masuknya Hindu-Budha ke Indonesia

Berdasarkan beberapa teori, diperoleh gambaran bahwa hubungan dagang menyebabkan terjadinya proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Buddha berkembang pertama kali di antara golongan elit di sekitar istana. Dari golongan elit kuno Indonesia inilah sebagian masyarakat golongan bawah mendapatkan ajaran Hindu-Buddha. Sebagian lainnya melakukan […]

Pengertian Desa Swasembada

Desa swasembada atau disebut juga dengan desa maju atau berkembang. Menurut kamus besar bahasa Inodesia desa swasembada adalah desa yang lebih maju daripada desa swakarya dan tidak terikat oleh adat-istiadat. Pengertian secara umum, desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Para […]

Inilah 9 Ciri-ciri Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa yang memiliki potensi tertentu tetapi dikelola dengan sebaik-baiknya. Berikut adalah Ciri-ciri desa swadaya : Bersifat tertutup. Masyarakat memegang teguh adat. Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya Teknologi masih rendah. Penduduknya jarang. Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris. Sarana dan prasarana sangat kurang. Hubungan antarmanusia sangat erat. Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga.

Pengertian Desa Swadaya

Desa Swadaya adalah desa yang masih terikat oleh tradisi karena tarif pendidikan yang masih relatif rendah, produksi yang masih diarahkan untuk kebutuhan primer keluarga dan komunikasi keluar sangat terbatas. Desa ini bersifat sedenter, artinya sudah ada kelompok keluarga yang bermukim secara menetap di sana. Ciri-ciri desa swadaya adalah: Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya. Penduduknya jarang. […]

Inilah 5 Ciri-ciri Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Ciri-ciri desa swasembada, sebagai berikut: Kebanyakan berlokasi di ibukota kecamatan. Penduduknya padat-padat. Tidak terikat dengan adat istiadat Telah memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai dan labih maju dari desa lain. Partisipasi masyarakatnya sudah lebih efektif.

Ciri-ciri Pola Keruangan Desa

Pola persebaran dan pemusatan penduduk desa dapat dipengaruhi oleh keadaan tanah, tata air, topografi dan ketersediaan sumberdaya alam yang terdapat di desa yang bersangkutan. Pola persebaran permukiman desa dalam hubungannya dengan bentang alamnya, ciri-ciri pola keruangan desa dapat dibedakan atas: Pola keruangan terpusat – Bentuk permukiman terpusat merupakan bentuk permukiman yang mengelompok (aglomerated, compact rural […]

Contoh Wilayah Formal dan Fungsional

1. Contoh Wilayah Formal Wilayah ini merupakan pengelompokan wilayah yang punya karakteristik yang sama alias homogen. Biasanya wilayah ini ditentukan berdasarkan kriteria tertentu, seperti administrasi, kondisi fisik, kondisi sosial, atau kondisi ekonomi. Pembatasan wilayah formal biasanya cukup sulit, tapi wilayah inti biasanya mudah dikenali karena punya perbedaan yang mencolok dibandingkan wilayah lainnya. Wilayah inti juga […]

Kondisi Geografis dan Penduduk Asia Tenggara

Kondisi Geografis dan Penduduk Asia Tenggara – Secara klimatologis, kawasan Asia Tenggara di lalui oleh garis khatulistiwa. Oleh karena itu, Asia Tenggara sebagian besar tertutup oleh hutan tropik. Sebagian besar wilayah Asia Tenggara terletak di sekitar garis khayal khatulistiwa, yaitu antara 28o29 LU – 11o LS dan 92o 11 BT – 141o BT. Asia Tenggara […]