Ciri-ciri ekonomi konvensional adalah sebagai berikut

Berikut ini adalah beberapa fitur ekonomi tradisional.

1. Hukum ekonomi dasar tradisional yang berasal dari hukum

Semua sistem ekonomi yang ada tentunya memiliki dasar hukum sebagai pedoman untuk implementasinya. Dalam sistem ekonomi tradisional, dasar hukum yang digunakan adalah hukum positif. Ini berarti bahwa selama kegiatan yang dilakukan dalam sistem ini positif, ini dapat diterima. Payung hukum yang digunakan dalam sistem ini didasarkan pada hukum perbankan. Pendanaan berlaku untuk semua aplikasi bisnis, selama bisnis tersebut memiliki nilai positif bagi perekonomian negara.

2. Masyarakat memiliki hak untuk menggunakan hak finansialnya

Sistem ekonomi tradisional memberi setiap individu jaminan penuh sehingga mereka dapat melakukan kegiatan ekonomi mereka secara bebas. Diharapkan setiap individu atau kelompok unit akan dapat mengembangkan bisnis yang sah dan mendapatkan izin hukum untuk bisnis yang dikelola. Selain itu, memberi kebebasan diharapkan dapat merangsang pemikiran yang lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan bisnis.

3. Pemerintah tidak dapat secara langsung melakukan intervensi dalam kegiatan ekonomi

Kekuasaan pemerintah sangat terbatas dalam sistem ini. Peran pemerintah hanya sebagai pengamat dan pengawas kebijakan ekonomi. Ini berarti bahwa pemerintah dilarang mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat. Dalam keadaan seperti ini, tentu saja, konflik mudah dipicu. Alasannya adalah saya merasa bahwa kelas bawah diperas oleh kelompok yang lebih kuat. Selain itu, menyelesaikan konflik yang terjadi relatif memakan waktu. Cedera itu penting karena tidak ada pihak netral yang bisa menjadi mediator seperti pemerintah atau pihak berwenang lainnya.

4. Alat produksi ada di tangan individu

Sebelumnya, ekonomi digambarkan berada di tangan masyarakat. Semua metode produksi harus berada di tangan individu. Ini berarti bahwa sebagai pelaku bisnis, setiap orang harus menyediakan alat mereka sendiri untuk mendukung bisnis yang mereka kelola. Oleh karena itu, semua peralatan yang ada untuk mendukung bisnis adalah kekuatan individu, bukan kelompok.

5. Konsumsi, kegiatan produksi dan distribusi didasarkan pada motivasi laba

Dalam sistem ekonomi tradisional, tujuan utama dari semua kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi adalah untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Laba adalah motivasi utama untuk semua kegiatan ekonomi yang dilakukan. Poin utama dari masing-masing kegiatan ini adalah fokus untuk mendapatkan manfaat terbaik. Dengan kata lain, kegiatan yang ada lebih fokus pada hasil daripada proses.

6. Ada persaingan bebas di pasar

Sistem ini dapat menyebabkan persaingan bebas di antara semua faktor dan agen ekonomi. Persaingan bebas adalah tentang persaingan antar penjual untuk menjual barang serupa, persaingan antar pembeli untuk mendapatkan barang yang diinginkan, dan persaingan antar pengusaha untuk mendapatkan pekerja berbakat. . Pada dasarnya, keberadaan persaingan bebas memiliki efek positif. Dengan kata lain, setiap orang harus bekerja keras untuk mencapai pencapaian modal maksimum.

7. Ketersediaan modal penting dalam ekonomi

Dalam hal ini, tentu saja, modal adalah pendorong utama bisnis yang dikelola. Ekonomi tradisional menuntut orang untuk memiliki kecenderungan motivasi untuk membuat jumlah pengorbanan paling sedikit untuk mendapatkan hasil maksimal. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi diharapkan tanpa risiko kebangkrutan karena masyarakat dapat menyeimbangkan modal investasi dengan pengembalian. Bahkan lebih baik adalah ketika lebih sedikit modal dihabiskan, tetapi keuntungan lebih tinggi. Hal itu tentu saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

8. Harga terbentuk di pasar bebas

Dalam sistem ekonomi tradisional, harga yang ditentukan di pasar bebas dipengaruhi oleh tiga jenis harga:

  • Harga produksi

Struktur harga produksi ini dibentuk oleh kemampuan produsen untuk menanggung biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan produksi. Tingkat produksi memiliki tiga faktor: jenis produk apa yang diproduksi, berapa banyak bagian yang diproduksi, dan untuk siapa. Tentu saja, ketiga faktor ini pada akhirnya mempengaruhi harga pasar bebas.

  • Harga distribusi

Distribusi adalah proses menghubungkan kegiatan produksi dan konsumsi. Proses ini bisa dibilang sangat penting karena memengaruhi apakah suatu produk dijual. Jika dijual, pasti ada manfaatnya, dan jika produk itu tidak dijual, tentu akan berdampak kerugian biaya.

  • Harga konsumsi

Harga konsumsi terbentuk ketika kesepakatan dicapai antara konsumen dan produsen. Konsumen memiliki hak untuk menegosiasikan barang untuk dibeli. Dari proses negosiasi ini, hasil akhirnya adalah dalam bentuk harga konsumsi barang.

9. Ada pasar bebas

Ciri berikutnya dari sistem ekonomi tradisional adalah adanya pasar bebas. Pasar bebas di sini adalah tempat penjual dapat menjual barang dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga. Kedua, di pasar bebas antara penjual dan pembeli, di mana mereka bisa berdagang bebas tanpa pengaruh pemerintah.

10. Kemudahan mendapatkan pinjaman

Sistem ekonomi tradisional juga menyediakan aksesibilitas ke pelaku bisnis. Kenyamanan yang diberikan adalah bentuk kenyamanan saat mendapatkan pinjaman dalam bentuk dana modal. Seperti yang mungkin Anda ketahui di Indonesia saja, ada banyak penyedia bank dan pemberi pinjaman dana tradisional. Jadi Anda tidak perlu khawatir tentang cara mendapatkan modal.

Related Posts