Contoh Metamorfosis Tidak Sempurna adalah sebagai berikut

Berikut adalah beberapa contoh metamorfosis tidak sempurna diantaranya yakni:

1. Metamorfosis Belalang

Metamorfosis belalang hanya melalui 3 fase, yaitu fase telur, fase nimfa, dan fase imago. Biasanya fase telur berlangsung selama 1-10 bulan, Hal tersebut tergantung pada jenis belalangnya dan kondisi lingkungan. Di daerah yang memiliki musim dinginnya, telur belalang bisa menetas dalam jangka waktu yang cukup lama dibandingkan dengan telur belalang yang berada di daerah tropis. Ketika telur berhasil menetas, telur belalang akan keluar dari cangkangnya dan mencari makan. Saat menjadi nimfa, pada awalnya tidak memiliki sayap sehingga untuk mencari makan tidak dengan terbang, hanya mengandalkan kakinya yang kecil untuk merayap di ranting tanaman. Pada fase nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali di iringi pertumbuhan sayapnya. Fase nimfa berlangsung selama 30-40 hari hingga akhirnya menjadi belalang dewasa.

3. Metamorfosis Kecoa

Metamorfosis kecoa hanya melalui 3 tahapan, yaitu fase telur, fase nimfa dan fase kecoa dewasa. Fase awal metamorfosis kecoa yaitu telur yang dikeluarkan oleh betina kecoa diletakkan dipermukaan tanah. Telur kecoa berukuran kecil dan biasanya berkelompok dan lengket dilindungi oleh semacam kapsul bernama ootheca. Biasanya telur kecoa akan menetas setelah 1-2 bulan. Setelah menetas, akan memasuki fase nimfa. Nimfa kecoa memiliki bentuk tubuh yang sama dengan kecoa dewasa, hanya saja tidak memiliki sayap. Ketika menjadi nimfa, keco akan melakukan pergantian kulit dan sayapnya bertumbuh dalam waktu 60 hari. Ketika sayapnya sudah tumbuh sempurna, maka akan menjadi kecoa dewasa dan bisa terbang. Setelah menjadi kecoa dewasa, maka akan siap kawin. Akan tetapi, pada fase imago biasanya hanya berlangsung 20 hari saja hingga akhirnya mati dengan sendirinya dan selama menjadi kecoa dewasa, kecoa betina sudah bisa bertelur sebanyak 8-20 kali.

3. Metamorfosis Jangkrik

Metamorfosis jangkrik hanya melalui 3 tahapan, yaitu fase telur, fase nimfa, dan fase jangkrik dewasa. Dalam satu siklus metamorfosis, jangkrik membutuhkan 83 hari hingga menjadi imago. Metamorfosis jangkrik melalui 3 tahap yaitu fase telur, fase nimfa dan fase jangkrik dewasa. Saat berada di fase telur, biasanya membutuhkan waktu untuk menetas lebih cepat dibanding dengan belalang yaitu sekitar 3 hari saja dan ketika menetas nimfa akan keluar dan biasanya berlangsung selama 40 hari untuk menjadi jangkrik dewasa (imago). Setelah melalui masa nimfa, jangkrik mengalami pertumbuhan hingga menjadi jangkrik dewasa. Tahap jangkrik dewasa untuk sampai siap kawin dan bereproduksi biasanya selama 40 hari setelah menjadi imago.

4. Metamorfosis Capung

Metamorfosis capung juga melalui 3 tahapan metamorfosis, yaitu fase telur, fase nimfa dan fase capung dewasa. Tidak seperti kupu-kupu, capung bayi memiliki bentuk anatomi tubuh yang sama persis dengan capung dewasa. Kelompok serangga ini tidak akan pernah jauh dari air, di mana mereka dapat meletakkan telur-telurnya. Beberapa jenis capung suka meletakkan telurnya di air yang tenang, termasuk di atas daun yang basah. Namun, ada juga capung yang suka meletakkan telur-telurnya di aliran air yang deras.

Demikian Penjelasan Materi Tentang Metamorfosis Tidak Sempurna: Pengertian, Ciri, Tahapan, Perbedaan, Contoh
Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi

Related Posts