Penyebab Kesenjangan Sosial adalah sebagai berikut

Berikut adalah penyebab kesenjangan sosial yang terjadi secara umum diantaranya yaitu:

1. Kemiskinan dan Pengangguran

Kesenjangan sosial biasanya ditandai dengan angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin naik dari tahun ke tahun. Bila masyarakat miskin dan menganggur mendominasi di sebuah negara, maka pendapatan mereka pun sangat rendah. Dengan pendapatan yang tidak pasti dan cenderung sangat rendah membuat daya beli masyarakat pada kebutuhan sekunder akan menurun. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan keuntungan perusahaan tidak optimal.

2. Maraknya Tindak Kejahatan

Kasus kejahatan di Indonesia dapat dibilang sangat tinggi. Bahkan baru-baru ini banyak kasus kejahatan dari hacker yang merugikan perusahaan besar karena meretas data-data penting di perusahaan.

Tingginya tidak kriminal di masyarakat bisa terjadi karena  permasalahan finansial akibat kesenjangan sosial. Sampai saat ini ekonomi  menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang berbuat Tindak kejahatan.

3. Sulit Mencari Tenaga Kerja yang Kompeten

Kenyataannya meskipun banyak pengangguran di Indonesia, tetapi banyak perusahaan yang mengatakan kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten. Kesenjangan sosial menyebabkan tingkat dan kualitas pendidikan masyarakat banyak yang di bawah rata-rata.

Walaupun banyak yang bergelar sarjana, tetapi nyatanya keahlian mereka banyak yang belum dibutuhkan di negara ini apalagi yang masih fresh graduate.

4. Target Pasar yang Tidak Tepat

Sesuai dari pengertian kesenjangan sosial dimana terjadi ketimpangan yang signifikan di antara masyarakat maka akan membuat target pasar perusahaan tidak tepat arahnya. Jika perusahaan mempunyai target pasar untuk kalangan menengah kebawah, maka akan cenderung  merugikan perusahaan karena daya beli mereka cenderung tak stabil.

Akan tetapi meskipun perusahaan mempunyai target pasar untuk kalangan menegah keatas, tidak menjamin perusahaan akan mengalami keuntungan. Mengingat kalangan elit di negara Indonesia lebih menyukai belanja produk luar negeri daripada industri dalam negeri.

Related Posts