Susunan Sel Parenkim adalah sebagai berikut

Berdasarkan bentuk, parenkim dibagi menjadi beberapa jenis yakni parenkim palisade dengan bentuk bulat memanjang atau lonjong yang berjajar seperti tiang atau pagar dan dalam parenkim palisade ini terdapat sel klorofil atau zat hijau daun. Bunga karang dengan ruang antar rongga yang sangat besar dan tidak beraturan, pada bunga karang terdapat klorofil dalam jumlah kecil (tidak seperti palisade). Parenkim bintang, dinamakan sesuai bentuknya yang menyerupai bintang karena bersegi lima menjuntai atau lebih. Dan parenkim lipatan yang terdapat pada pinus dan padi, dengan bentuk yang berlipat ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas  (Polunin, 1994).

Sedangkan berdasar fungsi, parenkim dibedakan menjadi parenkim asimilasi yaitu sebagai pembuat zat makanan bagi tumbuhan yang diproses dari fotosintesa di daun. Parenkim penimbun berfungsi dalam menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan berupa hasil fotosintesa, seperti protein, amilum, gula tepung, atau lemak. Parenkim air berfungsi sebagai tempat menyimpan air pada tumbuhan xerofit atau epifit (sedikit air) untuk menghadapi kemarau. Parenkim udara disebut sebagai aerenkim bertugas menyimpan udara dalam kantung besarnya, terdiri dari sel gabus dengan rongga yang besar sehingga membantu menjaga kelebihan air pada tumbuhan dengan habitat perairan. Dan parenkim pengangkut bertugas mengangkut sari makanan hasil proses fotosintesa ke seluruh bagian tumbuhan, sel sesuai dengan bentuk memanjang arah pengangkutannya (Wilking, 1989).

Seperti yang telah dijelaskan  diatas, parenkim mempunyai berbagai fungsi yang disesuaikan dengan bentuknya. Banyak sel parenkim yang bersegi banyak dan garis tengahnya dalam berbagai bidang hampir sama (isodiametris). Akan tetapi juga ada bentuk-bentuk lain seperti prismatis memanjang, bentuk tidak beraturan, bercabang-cabang berbentuk bintang (aktinenkim), dan parenkim yang bentuk dindingnya berlekuk-lekuk (lipatan). Dinding sel parenkim biasanya tipis, bervakuola besar dan protoplas yang hidup. Kadang-kadang dijumpai ruang antar sel, bahkan pada organ tertentu ruang antar selnya luas sehhingga dapat terisi udara dan menyebabkan organ tersebut menjadi ringan (Savitri, 2008).

Ruang antar sel yang terbentuk dalam parenkim bisa terjadi secara sizogen atau lizigen. Pembentukan ruang antar sel secara sizogen terjadi saat dinding primer dibentuk diantara dua sel anak yang baru, lamela tengah diantara kedua dinding baru hanya berhubungan dengan dinding primer sel induk dan tidak menyentuk lamela tengah antara dinding sel induk dan sel disebelahnya. Sebuah ruang kecil terbentuk ditempat hubungan lamela tengah dengan dinding sel induk. Bagian dinding sel induk yang berhadapan dengan ruang kecil tersebut menjadi rusak sehingga membentuk ruang antar sel yang dapat meluas dengan terbentuknya ruang antar sel yang sama pada sel sebelahnya. Ruang antar sel tersebut dilapisi oleh senyawa yang berasal dari lamela tengah. Ruang antar sel lisigen terbentuk dengan cara merusak sel utuh, contohnya pada ruang antar sel tumbuhan air (Hidayat, 1995).

Related Posts