Pengertian Air Tanah dan Jenis-jenis Air Tanah

The Great Artesian Basin di Australia tengah dan timur memiliki salah satu akuifer terbesar di dunia.

Pengertian Air Tanah dan Jenis-jenis Air Tanah – Akuifer The Great Artesian Basin membentang hampir dua juta kilometer persegi (lebih dari 772.000 mil persegi). Air di aquifer ini berusia lebih dari satu juta tahun.

Air tanah adalah semua air yang ditemukan di bawah permukaan Bumi. Air ini sebagian besar berasal dari hujan, salju yang mencair, dan air lainnya yang merembes melalui tanah, pasir, atau celah-celah pada permukaan tanah.

Berkat gravitasi, air terus bergerak ke bawah permukaan Bumi, sampai tidak bisa merembes lagi. Ketika air membentur lapisan batuan atau tanah yang tidak bisa di melewati, air berkumpul di bawah permukaan bumi dan membentuk sungai/danau bawah tanah yang disebut akuifer.

Jenis-jenis Akuifer Menurut Ahli

Menurut Krussman dan Ridder (1970)  akuifer dibagi menjadi:

  • Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer) yaitu lapisan yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer ini disebut dengan water table, yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.
  • Akuifer Tertekan (Confined Aquifer) yaitu akuifer yang jumlah airnya dibatasi oleh lapisan kedap air, baik di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.
  • Akuifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer) yaitu akuifer yang seluruhnya merupakan air jenuh, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dan dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.
  • Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer) yaitu akuifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas dengan aquifer semi tertekan.

Air tanah akhirnya dapat merembes kembali ke permukaan. Anda bisa melihat air tanah yang keluar dari bumi, seperti pada mata air dan lahan basah. Biasanya terjadi pada permukaan bumi yang lebih rendah dari tingkat akuifer.

Para ilmuwan khawatir tentang masalah yang muncul ketika kita mengambil terlalu banyak air tanah untuk kehidupan sehari-hari, termasuk rumah tangga, industri, dan pertanian. Salah satu masalahnya adalah bahwa air tanah semakin lama semakin jauh dari permukaan Bumi. Orang-orang menggunakan air tanah lebih cepat dari hujan atau pencairan salju yang dapat menggantikannya. Itu berarti orang harus mengebor lebih dalam dan lebih dalam lagi ke bawah permukaan untuk sampai ke air tanah.

Ini mungkin tidak terdengar seperti masalah besar, tetapi ketika air tanah jauh menurun, tanah dan tanah liat yang membentuk permukaan bumi menjadi tertekan. Akhirnya, permukaan yang mengalami tekanan bisa tenggelam. Ini disebut sinkhole. Sinkhole sering terjadi di daerah-daerah industri yang mengeksporasi (melakukan pengeboran) mineral dari dalam tanah.

Para ilmuwan mengatakan bahwa Bumi mungkin bukan satu-satunya planet di tata surya kita yang memiliki air tanah. Mungkin juga air tersedia di planet Mars beberapa juta tahun yang lalu. Air tanah bahkan mungkin ada diplanet Jupiter, dan juga di planet-planet lain di tata surya kita.

Artikel lainnya:


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *