Syarat-syarat Membuat Peta

Syarat-syarat Membuat Peta – Untuk membuat peta yang baik harus memenuhi syarat-syarat pembuatan peta. Peta yang baik adalah peta yang dapat memberikan informasi geografis secara jelas dan tepat. Syarat-syarat peta yang baik adalah sebagai berikut:

peta

  • Konform, artinya bentuk yang digambar pada peta harus menunjukan bentuk yang sesuai dengan penampakan sebenarnya.
  • Ekuivalen, artinya perbandingan luas pada peta harus sesuai dengan luas daerah yang sebenarnya.
  • Ekuidistan, artinya perbandingan jarak pada peta harus sesuai dengan jarak yang sebenarnya.
  • Penyajian data informasi pada peta harus lengkap.
  • Peta yang dibuat harus mudah dipahami.
  • Peta harus bersih, rapi, dan indah.
  • Setiap peta harus memiliki komponen dasar pembuatan peta.

Komponen-komponen dasar yang harus dimuat pada pembuatan peta adalah sebagai berikut:

Judul Peta

Judul peta ditulis dengan mengunakan huruf besar (huruf kapital). Biasanya judul peta diletakan pada bagian atas. Judul peta harus jelas menunjukan informasi yang akan disajikan. Misalnya peta pariwisata indonesia.

Penunjuk arah

Penunjuk arah atau mata angin harus ada dalam peta sehingga pengguna peta mudah menentukan letak suatu wilayah.

Penunjuk arah

Penunjuk arah

Tahun pembuatan

Tahun pembuatan sangat penting dicantumkan agar dapat diketahui apakah peta tersebut masih layak pakai atau tidak. Misalnya, peta pariwisata yang dibuat tahun 1970 tentu berbeda dengan keadaan pariwisata sekarang.

Skala

Skala peta harus jelas ditampilkan agar pengguna peta dapat menentukan jarak suatu wilayah.

Garis astronomi

Garis astronomi memudahkan pengguna peta untuk menentukan letak suatu wilayah. Garis ini terdiri dari garis lintang dan garis bujur.

Garis tepi

Peta yang baik harus membuat garis tepi sebagai batas wilayah yang dipetakan. Untuk itu garis tepi dibuat dengan garis yang tebal.

Simbol

Simbol Peta

Simbol Peta

Peta dapat menyampaikan informasi dengan menggunakan simbol. Beberapa simbol yang digunakan dalam peta adalah sebagai berikut:

  1. Simbol titik

Simbol titik digunakan untuk menentukan letak suatu wilayah misalnya letak suatu kota

  1. Simbol garis

Garis digunakan untuk menunjukan kenampakan geografis seperti batas wilayah, jalan raya, sungai, dan sebagainya.

  1. Simbol warna

Simbol warna digunakan untuk menentukan tinggi atau rendahnya suatu wilayah. Contoh:

  • Warna biru muda digunakan untuk menunjukan daerah perairan dangkal seperti sungai, danau, dan pantai;
  • Warna biru tua digunakan untuk menunjukan daerah perairan dalam seperti laut dalam;
  • Warna hijau digunakan untuk menunjukan daerah dataran rendah;
  • Warna kuning digunakan untuk menunjukan daerah dataran tinggi;
  • Warna putih digunakan untuk menunjukan daerah salju;
  • Warna coklat digunakan untuk menunjukan daerah padang pasir.
  1. Simbol areal

Sibol areal berbentuk poligon tertutup digunakan untuk menunjukan suatu daerah tertentu. Contoh:

  • Bentuk poligon tertutup berbintik-bintik menunjukan daerah padang pasir;
  • Poligon tertutup berwarna biru berada didaratan menunjukan danau.

Inset

Inset adalah peta tambahan yang ada pada peta utama. Inset menggunakan skala yang lebih besar sehingga tampak lebih kecil dari peta utama. Inset ini digunakan apabila ingin menunjukan suatu wilayah yang dianggap penting.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *