Ekosistem Pantai dan Manfaatnya

Ekosistem Pantai dan Manfaatnya – Pantai adalah kenampakan alam yang menjadi batas atara wilayah daratan dan wilayah lautan yang mendapatkan pengaruh gerakan air laut, seperti gelombang, pasang, dan arus. Sementara pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan lautan, yang tidak dipengaruhi oleh gerakan air laut, namun masih dipengaruhi oleh keadaan laut itu sendiri, mulai dari jenis tanah, keadaan air, suhu, atau mata pencaharian yang masih berhubungan dengan laut.

Apabila ditinjau dari garis pantai atau coastline, suatu wilayah pesisir memiliki dua macam batas, yaitu batas yang sejajar dengan garis pantai atau longshore dan batas yang tegak lurus terhadap garis pantai atau crosshore. Sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.508 pulau. Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km.

terumbu karang

Terumbu karang

Ekosistem pantai

Ekosistem yang penting di pantai salah satunya adalah terumbu karang atau coral reef. Karang ini merupakan batuan yang dihasilkan oleh simbiosis mutualisme antara zooplankton atau radiolaria dan pythoplankton atau ganggang. Zooplankton membutuhkan zat makanan dari pythoplankton. Sedangkan pythoplankton membutuhkan tempat untuk tumbuh. Kedua jenis mikro organisme ini disebut juga “binatang kerang”. Zooplankton hidup berkoloni membangun rumah bagi pythoplankton dengan bahan kalsium karbonat atau kapur. Pythoplankton membutuhkan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, zooplankton akan membangun rumahnya dekat dengan permukaan laut.

Kehidupan binatang karang secara ideal harus memenuhi persyaratan air laut jernih bebas dari lumpur, lautnya dangkal dengan kedalaman tidak lebih dari 60 m, suhu air laut tidak kurang dari 20oC, air lautnya tenang, gelombang tidak begitu besar, dan cukup sinar matahari.

Ada tiga macam bentukan terumbu karang, yaitu karang pantai atau fringing reef, karang penghalang atau barrier reef, dan pulau karang atau atol. Karang pantai tumbuh terikat dengan daratan pantai. Karang penghalang tumbuh di lepas pantai. Contoh karang penghalang yang terkenal di dunia adalah Greay Berrier Reef, yang terletak dilepas pantai timur Queesland, Australia. Pulau karang berbentuk cincin atau atol adalah terumbu karang yang tumbuh melingkar di sekitar gunung laut.

Manfaat Ekosistem Pantai

Manfaat dari adanya terumbu karang adalah:

  • Sebagai tempat hidup/ habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima raksasa dan penyu laut.
  • Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.
  • Terumbu karang merupakan potensi masa depan untuk sumber lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
  • Sebagai tempat tinggal, berkembang biak, dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan, tumbuhan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi, yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan dan menjadi tumpuan kita.
  • Sebagai sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami, pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
  • Sebagai sumberdaya laut yang mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi dan menjadi penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan).
  • Secara tradisional dapat digunakan sebagai bahan bangunan karena mengandung kapur. Demikian pula pasir yang diambil dari ekosistem terumbu karang digunakan sebagai bahan campuran semen. Kerang atau tiram raksasa diambil cangkangnya untuk dijadikan bahan pembuat lantai bangunan.
  • Sebagai kekayaan pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya yang berdaya jual tinggi.
  • Masyarakat disekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, snorkeling, memancing, restoran, penginapan sehingga pendapatan mereka bertambah.

Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *