Susunan Sistem Saraf Manusia dan Fungsinya

Susunan Sistem Saraf Manusia dan Fungsinya – Apa yang anda rasakan ketika anda mencium wangi bunga? Tentu anda akan menikmati wangi bunga tersebut bukan? Sebaliknya jika anda mencium bau sampah yang busuk, tentu dengan segera anda akan menutup hidung dan menjauh dari tempat tersebut.

Pada manusia dan sebagian hewan, koordinasi dilakukan oleh sistem saraf. Penyusun utama sistem saraf adalah sel-sel saraf atau neuron. Sel-sel saraf memiliki bagian-bagian sebagai berikut:

Sel saraf

Sel saraf

  • Dendrit, merupakan tonjolan protoplasma pada badan sel yang berfungsi untuk menerima dan menghantarkan impuls saraf dari luar ke sel.
  • Badan sel, merupakan pengendali kerja sel saraf.
  • Neurit (akson), merupakan juluran panjang dari badan sel. Neurit berfungsi menghantarkan rangsangan dari badan sel ke sel saraf lainnya, neurit disebut juga serabut saraf, dibungkus oleh selubung mielin yang tersusun atas lemak dan opermukaan luarnya terdapat sel-sel Schwann. Selubung mielin tidak membungkus sepanjang neurit, ada bagian tertentu yang tidak terselubung dan terjadi suatu penyempitan yang disebut nodus ranvier. Ujung neurit sel saraf lain akan bersambung dengan ujung dendrit membentuk sinapsis.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sel saraf sensorik, sel saraf motorik, dan sel saraf konektor. Sel saraf sensorik berfungsi membawa impuls dari indra ke saraf pusat. Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls dari saraf pusat ke otak atau kelenjar. Sel saraf konektor berfungsi meneruskan impuls dari saraf sensorik ke saraf motorik.

Secara umum, sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi

Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat, terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang.

Otak

Otak merupakan pusat koordinasi dalam tubuh manusia. Otak di selubungi oleh selaput meninges, yang tersusun atas tiga bagian, yaitu lapisan terluar yang melekat pada tulang (durameter), lapisan tengah yang berbentuk sarang laba-laba (arachnoid), dan lapisan dalam yang melekat pada permukaan otak (piameter).

Bagian utama otak terdiri atas:

  • Otak besar (cerebrum), merupakan pusat saraf utama yang mengendalikan kegiatan tubuh. Otak besar berfungsi sebagai pusat kesadaran dan pengendalian kesadaran kita, misalnya untuk bergerak, mendengar, membau dan bereaksi, serta berfungsi sebagai pusat ingatan (memori)
  • Otak kecil (cerebellum), berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan otot-otot sebagai alat gerak.
  • Sumsum lanjutan (medula oblongata), merupakan penghubung antara otak kecil dan dengan sumsum tulang belakang dan berfungsi untuk mengatur denyut jantung, kecepatan pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah, dan kegiatan tubuh lain yang tidak disadari.

    bagian-bagian otak manusia

    bagian-bagian otak manusia

Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang terletak didalam rongga ruas-ruas tulang belakang. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls sensorik dari alat indra ke otak, penghantar impuls motorik dari otak ke otot tubuh.

Sistem saraf tepi

Sistem saraf tepi (perifer) merupakan sistem saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf. Sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, yaitu:

Sistem saraf sadar

Sistem saraf sadar berfungsi untuk menghantarkan impuls berdasarkan perintah dan kemauan kita. Sistem saraf somatik terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (spinal).

Sistem saraf tak sadar

Sistem safar tak sadar (otonom), bekerja secara otomatis, tidak dibawah kendali saraf pusat. Saraf tak sadar terletak di sumsum tulang belakang. Sistem saraf tak sadar dibagi menjadi dua, yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik. Kedua sistem tersebut berasal dari otak dan sumsum tulang belakang, kemudian menuju ke efektor yang sama. Kedua saraf ini memiliki pengaruh kerja yang berlawanan atau bersifat antagonis.

Fungsi sistem saraf

Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu mengatur organ tubuh agar terjadi keserasian; menerima rangsangan sehingga kita dapat mengetahui dengan cepat keadaan dan perubahan yang terjadi di sekitar, serta mengendalikan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan yang terjadi pada tubuh,


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *