Pengertian, Ciri, dan Sifat Kobalt

Pengertian, Ciri, dan Sifat Kobalt – Kobalt adalah elemen pertama dalam kolom kesembilan tabel periodik. Kobalt diklasifikasikan sebagai logam transisi. Atom Kobalt memiliki 27 elektron dan 27 proton dengan 32 neutron dalam isotop yang paling melimpah.

Karakteristik dan Sifat Kobalt

cobalt

Simbol: Co
Nomor atom: 27
Berat atom: 58,933
Klasifikasi: Logam Transisi
Fase pada Suhu Kamar: Padat
Berat jenis: 8,9 gram per cm3
Titik leleh: 1495 ° C, 2723 ° F
Titik didih: 2927 ° C, 5301 ° F
Ditemukan oleh: George Brandt pada tahun 1735

Dalam kondisi standar kobalt adalah keras, logam rapuh dengan warna putih kebiruan. Ini adalah salah satu dari beberapa elemen yang secara alami magnetik. Kobalt dapat dengan mudah menjadi magnet dan mempertahankan magnet pada suhu tinggi.

Kobalt hanya agak reaktif. Bereaksi lambat dengan oksigen dari udara. Membentuk banyak senyawa dengan unsur-unsur lain seperti kobalt (II) oksida, kobalt (II) fluoride, dan kobalt sulfida.

Dimana kobalt ditemukan di Bumi?

Kobalt tidak ditemukan sebagai elemen bebas, tetapi ditemukan dalam mineral dalam kerak bumi. Bijih Kobalt termasuk erythrite, cobaltite, skutterudite, dan glaucodot. Mayoritas kobalt ditambang di Afrika dan merupakan produk sampingan dari pertambangan logam lainnya termasuk nikel, tembaga, perak, timah, dan besi.

Bagaimana kobalt digunakan?

Sebagian besar kobalt yang ditambang digunakan dalam super alloy yang sangat tahan terhadap korosi dan stabil pada suhu tinggi.

Kobalt juga digunakan sebagai zat pewarna biru dalam cat, tinta, kaca, keramik, dan bahkan kosmetik.

Aplikasi lain untuk kobalt termasuk baterai, katalis industri, listrik, dan magnet yang kuat.

Bagaimana Kobalt ditemukan?

Kobalt ditemukan oleh kimiawan Swedia George Brandt di 1735. Dia mengisolasi elemen dan membuktikan bahwa itu adalah sumber warna di kaca biru yang sebelumnya dianggap dari bismut.

Senyawa Kobalt digunakan sepanjang sejarah kuno oleh peradaban seperti Cina Kuno dan Roma untuk membuat kaca biru dan keramik.

Kobalt juga penting bagi kehidupan binatang. Tubuh menggunakannya Kobalt untuk membuat enzim tertentu. Ini juga merupakan komponen dari vitamin B12.

Dari mana asal nama kobalt?

Kobalt mendapatkan namanya dari kata Jerman, yaitu “Kobalt” yang berarti “goblin (jin)” Penambang bijih kobalt memberikan nama ini karena mereka takhayul tentang pertambangan bijih.

Isotop

Kobalt hanya memiliki satu isotop stabil yang ditemukan di alam yaitu: kobalt-59.

Fakta Menarik tentang Kobalt

  • Kobalt adalah logam pertama yang ditemukan sejak zaman prasejarah dan logam pertama yang penemu tercatat.
  • Kobalt-60 digunakan untuk membuat sinar gamma yang digunakan untuk mengobati kanker dan mensterilkan peralatan medis.
  • Terlalu banyak atau terlalu sedikit kobalt dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan.
  • Sejumlah kecil kobalt kadang-kadang digunakan dalam pupuk.
  • Sebagian besar kobalt yang digunakan di Amerika Serikat diimpor dari negara lain.

Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *