Pengertian Eksoskeleton dan Endoskleton

Endoskeleton adalah struktur rangka yang terletak di bagian dalam tubuh, dan eksoskeleton adalah struktur rangka yang terletak pada bagian luar tubuh.

Beberapa hewan, seperti ubur-ubur dan cacing, tidak memiliki kerangka tubuh, oleh karena itu, mereka lebih rentan terhadap kerusakan dari predator atau lingkungan. Kerangka bisa internal atau eksternal dan membantu dalam fungsi seperti gerakan dan pengembangan otot. Dan setiap jenis kerangka memiliki kelebihan yang unik dan kekurangan dalam membantu hewan bertahan hidup

Endoskleton

Endoskleton terletak di bagian dalam tubuh. Oleh karenanya, endoskleton kurang protektif dari pada eksoskeleton, tetapi endoskleton mampu menahan beban berat, menjadi tetap ringan. Keuntungan lain dari endoskleton adalah bahwa mereka tumbuh sebagai organisme tumbuh dalam ukuran.

Hewan yang memiliki endoskeleton tidak pernah harus menjalani molting, atau shedding tulang. Manusia, anjing dan ikan adalah contoh hewan yang memiliki endoskleton.

Eksoskeleton

Eksoskeleton terletak di bagian luar tubuh. Kerangka ini berfungsi sebagai lapisan luar yang keras yang membantu melindungi hewan dari predator dan lingkungan. lapisan luar ini terbuat dari zat tahan lama disebut kitin.

Eksoskeleton meliputi otot-otot dan jaringan lunak dari hewan, sehingga memberikan pengaruh yang lebih baik untuk gerakan otot. Dengan meningkatnya ukuran hewan, eksoskeleton menjadi terlalu berat dan membatasi pertumbuhan.

Dengan demikian, eksoskeleton harus dilepaskan dan tumbuh kembali. Proses molting ini berlangsung beberapa kali selama masa hidup hewan tersebut. Serangga, krustasea dan arakhnida adalah contoh hewan yang memiliki eksoskeleton.

Eksoskeleton

Serangga adalah contoh hewan yang memiliki eksoskeleton. Mereka tidak memiliki tulang internal dan otot-otot mereka yang melekat pada exoskeleton. Ketika kontraksi otot, itu menarik pada eksoskeleton dan menyebabkan serangga untuk bergerak.

Kebanyakan serangga kehilangan eksoskeleton mereka dalam fase yang disebut molting. Selama fase ini, serangga sangat rentan terhadap predator karena eksoskeleton baru belum cukup mengeras untuk melindungi mereka.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *