Pengertian dan Ciri-ciri Batuan Beku

Batuan beku terdiri atas kristal-kristal mineral. Mineral yang pertama terbentuk ialah mineral yang berat jenisnya besar yaitu mineral yang berwarna tua.

Batuan beku merupakan salah satu dari tiga jenis utama batuan yang terbentuk melalui pemadatan batuan cair atau magma.

Jenis lain dari batuan adalah batuan sedimen dan batuan metamorf. Berbeda dengan keduanya, batuan beku dapat terbentuk bahkan tanpa kristalisasi.

Sejarah batuan beku dapat ditelusuri kembali ke masa Romawi, dimana ditemukan bahwa dewa api bernama “Vulcan”.

Di sisi lain, batuan beku diambil dari kata Latin “ignis” yang berarti “api”. Batuan beku biasanya panas.

Batuan beku intrusif yang terbentuk di bawah permukaan bumi. Contohnya termasuk gabro, granit, dan diorit. Jenis lain adalah batuan beku ekstrusif yang terbentuk di atas permukaan bumi. Contohnya termasuk andesit, batu apung, basal, dan scoria.

Ciri-ciri Batuan Beku

Ciri utama dari batuan beku adalah:

  • Sifat fisiknya yang keras
  • Bentuknya yang padat (solid)
  • Homogen dan kompak
  • Tidak ada stratifikasi atau pelapisan
  • Umumnya  tidak  megandung  fosil,  kecuali  tertimbun  oleh  materi-materi  piroklastik. Misalnya tertimbun abu vulkanis.

Batuan beku menyusun hampir 90% dari permukaan bumi bersama-sama dengan batuan metamorf. Mereka sangat penting karena mereka memberikan kontribusi dalam siklus mineral dalam tanah. Mereka juga mempengaruhi komposisi mantel bumi, menstabilkan suhu, dan merubah kondisi tekanan. Keuntungan lain dari geologi batuan beku adalah pemulihan tektonik. Batuan beku memegang beberapa mineral penting seperti uranium, timah, dan tungsten. Mereka secara khusus ditemukan pada batu granit dan diorit. Batuan beku juga mengandung beberapa mineral lain seperti Olivine, Biotite amphibole, Plagioklas feldspar, dan Quartz. Mineral ini juga mempengaruhi warna dan bentuk batuan beku. Batuan beku yang mengandung Felsic dan mafik berwarna sangat gelap. Batuan beku yang hanya berisi Felsic lebih ringan.

Batuan beku

Batuan beku dapat dengan mudah diidentifikasi sesuai dengan ukuran dan karakteristik mereka. Meskipun mereka tidak mengalami kristalisasi, mereka diatur dengan saling terkait kristal. Ukuran mereka dapat bervariasi tergantung pada bagaimana magma cair dipadatkan. Semakin lambat magma mendingin, semakin besar kristal bisa terjadi. Tingkat pendinginan juga menentukan tekstur batuan beku.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *