Pengertian Larutan Jenuh, Tak Jenuh, dan Lewat Jenuh

Larutan yang mengandung sedikit zat terlarut sering disebut larutan encer”, sedangkan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah banyak disebut “larutan pekat”. Istilah encer dan pekat hanya menunjukan kepekatan secara kuantitatif. Untuk eksperimen kimia yang sifatnya kuantitatif, kepekatan larutan harus di ungkap dalam satuan konsentrasi yang terukur.

Kepekatan larutan secara kualitatif sering juga diungkapkan dengan istilah jenuh, tak jenuh, dan lewat jenuh.

larutan jenuh

Larutan jenuh dari zat X adalah larutan yang didalamnya terdapat zat X terlarut berada dalam kesetimbangan dengan zat X yang tidak larut. Untuk membuat larutan jenuh NaCl dalam air pada 25oC kita harus menambahkan NaCl kedalam air dan mengaduknya terus sampai tidak ada lagi NaCl yang melarut. Larutan jenuh NaCl pada 25oC mengandung 36,5 gram NaCl per 100 gram air. Penambahan NaCl berikutnya kedalam larutan jenuh NaCl tidak akan mengubah konsentrasi larutan.

Larutan tak jenih mengandung zat terlarut dengan konsentrasi lebih kecil daripada larutan jenuh. Larutan NaCl pada suhu 25oC yang mengandung NaCl kurang dari 36,5 gram disebut larutan tak jenuh. Dalam larutan tak jenuh belum mencapai kesetimbangan antara zat terlarut dan zat yang tidak larutnya. Jika zat terlarut ditambahkan kedalam larutan maka larutan mendekati jenuh.

Larutan lewat jenuh menunjukan keadaan yang tidak stabil, sebab larutan mengandung zat terlarut yang jumahnya melebihi konsentrasi kesetimbangannya. Larutan lewat jenuh umumnya terjadi jika larutan yang sudah melebihi jenuh pada suhu tinggi di turunkan sampai mendekati suhu kamar. Misalnya natrium asetat, CH3COONa dengan mudah dapat membentuk larutan lewat jenuh dalam air

Pada suhu 20oC, kelarutan natrium asetat mencapai jenuh pada 46,5 gram per 100 gram air pada 60oC, garam natrium asetat mencapai jenuh dalam 100 gran air sebanyak 80 gram. Apabila larutan jenuh natrium asetat pada 60oC didinginkan sampai 20oC tanpa diguncang atau di aduk, maka kelebihan natrium asetat masih berada dalam larutan. Keadaan lewat jenuh dapat di pertahankan selama tidak ada “inti” yang dapat mengawali rekkristalisai. Jika sejumlah kecil kristal natrium asetat ditambahkan maka rekristalisasi segera berlangsung hingga mencapai keadaan jenuh. Serpihan kristal natrium asetat yang ditambahkan tadi menjadi “inti” peristiwa rekristalisasi


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *