Pengertian Peluruhan Beta

Pada tahun1898 Ernest rutherford dan frederick soddy menemukan sinar beta. Ada dua jenis peluruhan beta, yaitu: peluruhan beta-plus dan peluruhan beta-minus.

Dalam peluruhan beta-plus peluruhan inti memancarkan positron (elektron yang bermuatan positif) dan neutrino (proton yang berubah menjadi neutron), sehingga menghasilkan elemen sebelum pada tabel periodik. Dalam peluruhan beta-minus, inti memancarkan elektron dan antineutrino (neutron yang berubah menjadi proton), sehingga menghasilkan unsur setelah pada tabel periodik.

Partikel Beta merupakan suatu partikel subatomik yang terlempar dari inti atom yang tidak stabil. Partikel tersebut ekuivalen dengan elektron dan memiliki muatan listrik negatif tunggal -e ( -1,6 x 10-19 C ) dan memiliki massa yang sangat kecil ( 0.00055 atomic mass unit ) atau hanya berkisar 1/2000 dari massa neutron atau proton.

Perbedaannya adalah partikel beta berasal dari inti sedangkan elektron berasal dari luar inti. Kecepatan dari partikel beta adalah beragam bergantung pada energi yang dimiliki oleh tiap – tiap partikel.

Peluruhan beta (β) adalah suatu proses peluruhan radioaktif dengan muatan inti berubah tetapi jumlah nukleonnya tetap.Dalam peluruhan sinar beta, terdapat 3 jenis proses dalam peluruhan sinar beta tersebut, yakni:

  • Peluruhan inti akibat emisi elektron, disimbolkan sebagai β^- ,
  • Peluruhan inti akibat emisi positron, disimbolkan sebagai β^+ , dan yang terakhir
  • Penangkapan elektron inti oleh inti yang disebut dengan penangkapan elektron.

Semua 3 jenis proses yang termasuk dalam proses peluruhan beta sering disebut dengan perubahan isobar karena semua proses tersebut tidak membuat perubahan dalam nomor massa A, yakni perubahan nomor massa sama dengan nol.

Tetapi selalu terjadi peristiwa yang mengakibatkan perubahan dalam muatan inti. Karena sebuah inti selalu terdiri dari neutron dan proton, maka konservasi perubahan listrik yang dibutuhkan dapat diambil dari proses emisi β^- , sebuah neutron yang ada pada inti dikonversikan menjadi sebuah proton.

Ketika inti radioaktif mengalami peluruhan beta, maka anak inti memiliki jumlah yang sama dengan nukleon seperti inti sebelumnya.

Sekali lagi, perhatikan bahwa jumlah nukleon dan muatan total keduanya dilestarikan dalam keadaan yang sama.

Namun, seperti yang akan kita lihat nanti, proses ini tidak dijelaskan sepenuhnya oleh ekspresi seperti itu. Perhatikan bahwa dalam peluruhan beta, neutron berubah menjadi sebuah proton, dan hal tersebut juga penting untuk menunjukkan bahwa elektron atau positron dalam meluruh tidak ada sebelumnya di inti tetapi diciptakan pada saat keluar peluruhan, sehingga energi sisa yang ada akan hilang pada inti.

Sifat-Sifat Beta

Sifat-sifat beta antara lain:

  1. Sinar beta ini bermuatan negatif dan bermassa sangat kecil, yaitu 5,5 x 104 satuan massa atom
  2. Memiliki daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng timbel setebal 1 mm),
  3. Daya ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa,
  4. Bermuatan listrik negatif, sehingga dalam medan listrik dibelokkan ke arah kutub positif
  5. Kecepatannya antara 0,32 sampai 0,7 kali kecepatan cahaya, sedangkan energinya mencapai 3MeV.
  6. Dalam bahan radioaktif, lintasan sinar beta berbelok-belok karena hamburan electron dalam atom

Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *