Pengertian dan 5 Tahap Oogenesis

Oogenesis adalah proses pembentukan gamet, Ovum, dari sel germinal primordial pada wanita.

Pengembangan dan diferensiasi gamet betina atau ovum melalui pembelahan meiosis. Proses ini terjadi dari sel diploid dan sel terbentuk sebagai produk haploid fungsional (telur), dan tiga sel haploid non-fungsional (badan Polar).

Sebagian besar langkah-langkah dalam oogenesis terjadi sampai ke titik memproduksi oosit primer, dan terjadi sebelum lahir. Oleh karena itu, semua bayi perempuan yang dilahirkan memiliki Oosit primer.

Pengembangan oosit terjadi dalam folikel dan oogenesis dan folikulogenesis terjadi dalam hubungannya dengan satu sama lain, berinteraksi melalui induksi timbal balik. Sel granulosa folikel menghasilkan faktor pertumbuhan penting dan zat pendukung untuk memfasilitasi pengembangan oosit dan visa-versa.

Tahapan Oogenesis

Tahap 1

Sel germinal primordial mengalami mitosis untuk menghasilkan dua oogonium. Sel-sel ini semua diploid.

Terjadi sebelum lahir.

Tahap 2

Setiap oogonium juga mengalami mitosis untuk menghasilkan dua Oosit Primer yang diploid.

Terjadi sebelum lahir.

Tahap 3

Setiap oosit primer mulai menjalani meiosis I yaitu mereplikasi DNA mereka, tetapi mereka pertama-tama tertahan di meiosis Profase.

Terjadi sebelum lahir.

Tahap 4

Blok meiosis hilang pada masa pubertas dan terjadi lonjakan hormon luteinising untuk pertama kalinya. Oosit primer menyelesaikan pembelahan meiosis pertama, menghasilkan oosit sekunder dan badan polar pertama. oosit sekunder memasuki tahap Meiosis II dan ditangkap di metaphase II. Oosit sekunder adalah diploid.

Oosit membesar karena terjadi peningkatan (50x) dalam volume sitoplasma. Oosit sekarang 100-150μm.

Ovulasi terjadi pada tahap ini setelah pembelahan meiosis pertama telah selesai dan oosit sekunder terbentuk dalam folikel dominan. Pengecualian untuk ini adalah dalam kasus Pelacur di mana ovulasi terjadi setelah tahap 3 dengan oosit primer ditangkap di profase I.

Terjadi pada masa pubertas.

Tahap 5

Oosit sekunder menyelesaikan meiosis II menghasilkan gamet matang, Ovum, yang haploid.

Tahap ini hanya terjadi sekali pembuahan oosit sekunder dengan sperma telah terjadi.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *