Pengertian Suksesi Ekologi

Perubahan bertahap dan cukup bisa diprediksi dalam komposisi spesies yang berbeda di daerah tertentu dikenal sebagai suksesi ekologi. Selama suksesi ekologi, populasi dari spesies tertentu dapat meningkat, sedangkan banyak spesies lain mungkin menurun atau bahkan mungkin hilang/punah.

Semua spesies mengalami perubahan yang konstan dalam komposisi dan struktur mereka dalam menanggapi perubahan kondisi lingkungan. Perubahan ini terjadi secara berurutan dan teratur, mengarah ke komunitas klimaks, mendekati keseimbangan dengan lingkungan. Dalam proses suksesi ekologi, urutan spesies yang menggantikan spesies lain di daerah tertentu dikenal sebagai sere atau seres. Setiap komunitas transisi disebut komunitas seral atau tahap serum.

Ada dua penyebab suksesi ekologi, yaitu faktor biotik dan faktor fisiografi. Faktor biotik meliputi interaksi antara organisme yang berbeda dalam spesies, yang mengarah ke perubahan dalam komposisi, struktur dan fungsi dalam spesies tersebut. faktor fisiografi, termasuk faktor fisik.

Selanjutnya, suksesi ekologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu: suksesi primer dan suksesi sekunder. suksesi primer adalah jenis suksesi biotik yang terjadi di daerah di mana sebelumnya tidak ada kehidupan. Sebaliknya, suksesi sekunder adalah jenis suksesi biotik yang terjadi di daerah-daerah yang pernah di diami sebuah komunitas biotik yang ada.

Berdasarkan sifat habitat, suksesi ekologi tanaman dikategorikan menjadi suksesi hydrarch, mesarch dan xerarch. Ketika suksesi berlangsung di daerah yang banyak air dikenal sebagai menjadi suksesi hydrarch. Di sisi lain, ketika suksesi berlangsung di daerah yang lembab, dikenal sebagai suksesi mesarch. Dan, suksesi di daerah dengan kelembaban minimal, seperti gurun batu dan padang pasir, dikenal sebagai suksesi xerarch.

Spesies yang menginvasi area baru selama suksesi primer dikenal sebagai spesies perintis dan sangat bervariasi tergantung pada daerah di mana suksesi berlangsung. suksesi primer di dalam air, spesies pelopor biasanya fitoplankton. Namun, komunitas klimaks yang stabil adalah hutan. Dengan demikian, dengan berlalunya waktu, badan air akan dikonversi menjadi lahan. Spesies yang menginvasi dalam suksesi sekunder tergantung pada faktor-faktor seperti kondisi tanah, ketersediaan air dan jenis benih.

Jadi kita dapat mengatakan bahwa komunitas klimaks dapat tercapai karena suksesi ekologi di daerah tertentu merupakan hasil dari interaksi spesies yang ada dengan yang lain dan juga dengan lingkungan.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *