5 Syarat Sejarah Sebagai Ilmu

Perbedaan masa dan sistem pemerintahan dapat menimbulkan perbedaan dam pengisahan sejarah

5 Syarat Sejarah Sebagai Ilmu – Sejarah sebagai ilmu mempelajari sejarah kenyataan dan mengadakan penelitian serta pengkajian tentang peristiwa dan cerita sejarah. Inilah konsep terpenting dalam sejarah.

Sebagai ilmu, sejarah merupakan susunan pengetahuan tentang peristiwa dan cerita yang terjadi di dalam masyarakat pada masa lampau yang disusun secara sistematis dan metodis berdasarkan asas-asas, prosedur, dan metode secara teknik ilmiah yang diakui oleh pakar sejarah.

Dalam perkembangannya, sejarah mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai peristiwa, sebagai seni, dan sebagai ilmu. Selain itu, sejarah juga mempunyai peranan dalam perkembangan suatu negara atau daerah. Karena banyak negara atau daerah yang besar karena menghargai sejarah masa lalunya.

5 Syarat Sejarah Sebagai Ilmu

Sedangkan sejarah dikatakan sebagai ilmu, jika memiliki syarat yaitu empiris, memiliki objek, memiliki teori, generalisasi dan memiliki metode. Berikut ini penjabaran dari aspek tersebut :

1. Empiris

Empiris berarti sejarah harus berdasarkan pengalaman manusia. Pengalaman-pengalaman direkam dalam dokumen yang kemudian oleh para sejarawan tersebut diteliti untuk ditemukan faktanya. Dari fakta tersebut kemudian ditafsirkan menjadi tulisan sejarah. Jadi manusia juga disebut sebagai makhluk yang bersejarah sebab manusia yang menciptakan dan menulis sejarah. Hanya saja, sejarah tidak dapat berulang, sejarah memiliki ciri sekali terjadi (einmalig). Contohnya peledakan bom atom di Hirosima tidak dapat dilakukan persis seperti dahulu sebab waktu dan kondisi sekarang jelas berbeda dengan masa lalu.

2. Sejarah Mempunyai Objek

Seluruh aktivitas manusia pada masa lalu adalah objek sejarah. Misalnya kira ambil concoh dari meletusnya Gunung Krakatau pada abad XIX. Peristiwa tersebut bukanlah kajian dalam sejarah, jika tidak ada hubungannya dengan kegiatan manusia. Namun, jika peristiwa tersebut dilihat dari dampaknya terhadap komunitas yang berhubungan dengan Gunung Krakatau, maka hal tersebut dapat dimasukkan dalam kajian sejarah sebab manusia dengan berbagai perubahannya adalah objek sejarah.

3. Sejarah Memiliki Teori

Teori berisi suatu kesimpulan tentang kaidah-kaidah pokok suatu ilmu.

4. Sejarah Mempunyai Generalisasi

Dalam mengkaji berbagai permasalahan haruslah dapat ditarik beberapa kesimpulan yang sifatnya umum atau disebut generalisasi. Ketika kamu mengkaji tentang gerakan kemerdekaan di berbagai negara, maka kamu akan menemukan akar penyebabnya, yakni penjajahan. Maka sudah bisa disimpulkan bahwa penjajahan akan menimbulkan perlawanan untuk menuju kemerdekaan.

5. Sejarah Mempunyai Metode

Metode adalah Langkah-langkah yang menjadi dasar untuk mendapatkan pengetahuan atau cara-cara ilmiah untuk memperoleh pengetahuan tentang masa lampau yang objektif dan benar. Untuk mengungkap masa lampau menjadi sejarah, diperlukan langkah­ langkah atau syarat-syarat penulisan sejarah. Hal inilah yang membedakan sejarah dengan novel, roman, dongeng, dan sebagainya. Metode sejarah yang umum digunakan adalah  penentuan tema, heuristik (pencarian dan pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran sumber) , dan historiografi  (penulisan sejarah).

Itulah syarat-syarat suatu sejarah dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu karena memiliki tujuan. Ilmu yang memiliki tujuan adalah ilmu yang mengantarkan kepada tujuan tertentu. contohnya seperti ilmu biologi, biologi adalah ilmu yang memepelajari tentang mahluk hidup. Itu berarti biologi bertujuan mengajarkan tentang mahluk hidup dan segala aspek-aspeknya.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *