All posts by Tedi Mulyadi

Tahapan Pembelahan Sel secara Meiosis

Oleh :
Selama meiosis, informasi genetik dipertukarkan antara gen ibu dan ayah. Proses rekombinasi genetik membantu meningkatkan variabilitas genetik dalam suatu spesies.

Tahapan Pembelahan Sel secara Meiosis – Kebanyakan sel bereproduksi untuk membentuk salinan identik, atau sel anak, untuk tujuan pertumbuhan atau perbaikan. Proses ini disebut mitosis. Namun, gamet parental (sperma dan sel telur) adalah unik dari semua sel-sel lain dalam bahwa mereka mereproduksi melalui proses yang disebut meiosis.

Tujuan dari meiosis adalah untuk mengocok informasi genetik dan mengurangi jumlah kromosom sel di setengah, dari 46 kromosom ke 23 kromosom. Dengan cara ini, ketika sel telur dan sperma menggabungkan selama pembuahan, embrio yang dihasilkan akan mewarisi jumlah yang sesuai informasi genetik yang unik dari setiap orangtua.

Jika sperma dan sel telur yang membagi dan menjaga jumlah kromosom yang sama, maka embrio yang dihasilkan akan memiliki dua kali jumlah kromosom normal. Sebagai contoh, jika sel telur manusia dan sperma masing-masing berisi 46 kromosom, maka embrio yang dihasilkan akan berisi 92 kromosom. Jumlah kromosom ini tidak kompatibel dengan perkembangan normal.

Proses meiosis melibatkan dua pembelahan dari bahan genetik. Pembagian pertama disebut pembelahan reduksi (meiosis I) karena mengurangi jumlah kromosom dari 46 kromosom atau 2n ke 23 kromosom atau n (n menjelaskan jumlah kromosom).

pembelahan meiosis

Pada manusia, hasil pengurangan dua sel sperma dengan 23 kromosom atau sel telur dengan 23 kromosom dan satu dibuang tubuh polar. Pembagian kedua (meiosis II) disebut pembelahan ekuatif. Kedua sel sperma terbagi lagi menghasilkan empat sel sperma, masing-masing dengan 23 atau n kromosom.

Pada oogenesis, sel telur dan membagi tubuh polar untuk membentuk ovum dan dua badan polar tambahan. Dengan cara ini, keturunannya yakin untuk mendapatkan satu setengah dari kromosom dari ibu dan satu setengah dari ayah.

Pembelahan Sel secara Meiosis

Meiosis terbagi menjadi dua bagian yaitu meiosis I dan meiosis II. Dalam meiosis I, setiap kromosom dalam sel direplikasi untuk menghasilkan pasangan kromatid untuk setiap kromosom homolog.

Pembelahan sel di meiosis I disebut pembelahan reduksi karena menghasilkan pengurangan jumlah kromosom dari diploid (sel memiliki dua salinan dari setiap kromosom, satu kromosom ibu dan satu kromosom ayah) ke haploid (sel hanya memiliki satu salinan dari setiap kromosom , baik dari ibu  atau kromosom ayah). Pada tahap ini penting, mengingat kromosom yang tersisa terdiri dari pasangan kromatid, yang akan memisahkan di meiosis II.

Meiosis I

meiosis I

Tahapan Meiosis I terdiri dari dari interfase, profase I, metafase I, anafase I, telofase I, dan sitokinesis I.

Interfase

Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk mengadakan pembelahan. Persiapannya adalah berupa penggandaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan (sama seperti pada interfase mitosis). Tahap akhir interfase adalah adanya dua salinan DNA yang telah siap dikemas menjadi kromosom.

Profase I

Pada profase I, proses terbagi lagi menjadi fase-fase sebagai berikut :

  • Leptonema: benang-benang kromatin menjadi kromosom.
  • Zigonema: kromosom yang sama bentuknya atau kromosom homolog berdekatan dan bergandengan. Setiap pasang kromosom homolog disebut bivalen.
  • Pakinema: setiap bagian kromosom homolog mengganda, tetapi masih dalam satu ikatan sentromer sehingga terbentuk tetrad.
  • Diplonema: sentrosom membentuk dua sentriol yang masingmasing membentuk benang gelendong pembelahan. Satu sentriol tetap, sedangkan sentriol yang lain bergerak kea rah kutub yang berlawanan. Membran inti dan nukleolus hilang.

Empat kromatid bivalen tadi disebut tetrad dan terjerat oleh benang gelendong yang dibentuk oleh sentriol-sentriol.

Metafase I

Pada metafase I, tetrad kromosom berada pada bidang ekuator. Pada bidang ekuator, benang-benang spindel (mikrotubul) melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom. Ujung benang spindel yang lainnya membentang melekat di kedua kurub pembelahan yang berlawanan.

Anafase I

Pada anafase I, benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan, sentromer belum membelah. Setiap kutub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan bapak.

Telofase I

Pada telofase I, kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleous muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung. Pada manusia terjadi duplikasi 2 kromosom dari jumlah sehingga terbentuk 4 kromatid sehingga terbentuk 23 kromosom yang diduplikasi di setiap kutub. Benang gelendong lenyap, kromatid muncul kembali; sentriol berperan sebagai sentrosom kembali.

Sitokinesis I

Pada sitokinesis I, tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya.

Interkinesis

Interkinesis adalah tahap diantara dua pembelahan meiosis. Pada tahap interkinesis tidak terjadi perbanyakan (replikasi) DNA. Hasil pembelahan meiosis I menghasilkan dua sel anakan yang haploid (karena kini sel anakan mengandung setengah pasang kromosom homolog).

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kromosom tersebut masih berisi sepasang kromatid, yang berarti kandungan DNA-nya masih rangkap (2c). Tujuan meiosis II adalah membagi kedua salinan tersebut pada sel anakan yang baru. Pada meiosis II terjadi tahap-tahap yang serupa pada meiosis II.

Meiosis II

meiosis II

Tahap meiosis II terdiri dari profase II, metafase II, anafase II, telofase II, dan sitokinesis II.

Profase II

Pada profase II, Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Membran inti dan nukleolus lenyap, kromatin berubah menjadi kromosom yang terjerat oleh benang gelendong..

Metafase II

Pada metafase II, tiap kromosom (yang berisi dua kromatid) merentang pada bidang ekuator. Terbentuk benang-benang spindel, satu ujung melekat pada sentromer, dan ujung lain membentang menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah.

Anafase II

Pada anafase II, benang spindel mulai menarik kromatid menuju ke kutub pembelahan yang berlawanan tersebut. Akibatnya, kromosom memisahkan kedua kromatidnya dan bergerak menuju kutub yang berbeda. Kromatid yang terpisah kini dinamakan kromosom.

Telofase II

Pada telofase II, kromatid (atau kini disebut kromosom) telah mencapai kutub pembelahan. Hasil total dari tahap ini adalah terbentuk empat inti. Tiap inti mengandung setengah pasang kromosom (haploid) dan satu salinan DNA (1n,1c).

Sitokinesis II

Pada sitokinesis II tiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Fungsi Sejarah Menurut Para Ahli

Oleh :
Sejarah digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan keadaan yang akan datang karena peristiwa-peristiwa sejarah mempunyai kemiripan meski tidak mungkin berulang.

Fungsi sejarah menurut para ahli – Apa gunanya belajar sejarah? Apakah sekedar untuk mengetahui fakta-fakta kehidupan manusia pada masa lampau?. Kalau demikian tentu hanya akan membuat orang kehilangan waktunya. Lantas untuk apa? Apa gunanya kita mempelajari biografi seorang tokoh? Tentunya kita ingin mengetahui bagaimana sosok yang kita baca meniti keberhasilannya. Hal itu kemudian akan menjadikan semangat atau bahkan sebagai tauladan bagi perjalanan hidup kita.

Demikian halnya manfaat mempelajari sejarah. Bukan hanya individu yang perlu belajar dari masa lalunya atau masa lalu orang Lain, tetapi juga kelompok masyarakat, suku bangsa, bahkan pelajaran bagi semua umat di dunia.

Fungsi sejarah menurut para ahli

Beberapa ahli sejarah seperti Nugroho Notosusanto dan Allan Nevins mengatakan bahwa sejarah befungsi sebagai.

Fungsi sejarah menurut Nugroho Notosusanto

Menurut Nugroho Notosusanto, terdapat empat fungsi sejarah seperti diuraikan di bawah ini.

Fungsi Rekreatif

Manfaat keindahan menunjuk pada nilai estetis dari sejarah. Keindahan itu tampak terutama dalam cerita tentang tokoh-tokoh dan peristiwa sejarah. Sebagaimana layaknya karya sastra seperti novel atau roman, sejarah dapat memberikan kesenangan estetis karena bentuk dan susunannya yang bisa dinikmati keindahannya.

Fungsi Inspiratif

Studi sejarah dapat menemukan ide-ide dan konsep-konsep yang berguna bagi pemecahan berbagai permasalahan pada masa sekarang. Kebanggaan kita dengan kegigihan para pejuang, akan memberikan inspirasi kepada kita untuk menemukan model-model perjuangan yang tanpa kenal menyerah.

Fungsi Instruktif

Karya teknologi dan kebudayaan masa lalu tidak berhenti, tetapi memiliki sifat kontinuitas atau berkelanjutan. Proses pembuatan kapal terbang tidak begitu saja muncul dalam wujud seperti saat ini. Semua di mulai dari proses teknologi yang sederhana sampai berkembang menjadi teknologi canggih. Sejarah merupakan alat bantu pembelajaran yang menyampaikan pesan-pesan atau wasiat-wasiat nenek moyang.

Fungsi Edukatif

Sejarah memberikan makna kearifan dan kebijaksanaan. Sejarah memberikan pelajaran kepada kita bagaimana cara mencapai keberhasilan, bagaimana menghadapi kesulitan, dan bagaimana usaha untuk bangun dari kegagalan dan keterpurukan.

Fungsi sejarah menurut Allan Nevins

Apakah sejarah hanya berguna bagi kehidupan masa sekarang? Adakah manfaat sejarah bagi kehidupan manusia yang akan datang? Allan Nevins, seorang sejarawan Barat mengatakan “Although when we use the word history we instinctively think of the past, this is an error, because history is actually a bridge connecting the past with the present, and pointing the road to the future” (Ketika menggunakan kata sejarah, secara insting kita berpikir tentang masa lalu, hal tersebut salah karena sejarah sebenarnya adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan zaman sekarang dan memberi petunjuk ke masa depan). Kebijakan pada masa sekarang akan dituai oleh generasi yang akan datang.

Berdasarkan pernyataan diatas, dapat diambil sebuah kesimpulan mengenai fungsi sejarah berdasarkan Allan Nevins, yaitu:

Sejarah mengajak manusia untuk berfikir kemasa Ialu sebagai bahan acuan ke depan dan memprediksi masa yang akan datang.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Contoh Periodisasi Dalam Sejarah

Oleh :
Periodisasi sejarah ada karena unsur waktu dalam sejarah yang menyebabkan perlunya kronologi atau urut-urutan peristiwa.

Contoh Periodisasi Dalam Sejarah – Periodisasi dalam sejarah sangat penting artinya bagi upaya memahami sejarah. Tanpa periodisasi, kita sulit untuk memahaminya urut-urutan peristiwa dalam sejarah.

Contoh Periodisasi Dalam Sejarah

Berikut ini terdapat beberapa contoh periodisasi yang dapat digunakan dalam pembabakan sejarah Indonesia.

Zaman prasejarah (….-400)

Membahas perkembangan sosial, budaya, ekonomi, dan kehidupan bangsa Indonesia pada masa purba, yaitu mulai munculnya tanda-tanda kehidupan bangsa Indonesia sampai dengan masa bangsa Indonesia mengenal tulisan.

Zaman Pengaruh hindu-Buddha (400-1500)

Dimulai pada masa aksara (mengenal tulisan) yang ditandai dengan ditemukannya prasasti di Kutai Kalimaman Timur yang berangka tahun 400 M. Kajian dalam masa ini sampai dengan masuknya pengaruh Islam di Indonesia.

Zaman pengaruh islam (1500-1700)

Diperkirakan agama Islam masuk ke lndonesia mulai abad VII. Pengaruh Islam terus meluas dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan bercorak lslam di Nusantara.

Zaman Penjajahan dan Kolonialisme (1700-1945)

Dimulai dengan kajian mengenai masuknya bangsa Barat ke Indonesia pada abad XV, perlawanan kerajaan di berbagai daerah, sampai dengan akibat yang timbul di berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Zaman Pergerakan Nasional (1908-1928)

Munculnya kesadaran nasional dan upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam ikatan kebangsaan. Pada masa ini muncul para cendekiawan sebagai pelopor pergerakan nasional.

Zaman pendudukan jepang (I943-1945)

Berkuasanya Jepang di Indonesia menandai dimulainya masa pendudukan Jepang. Masa ini diwarnai dengan kekejaman Jepang dalam Perang Asia Timur Raya dan persiapan kemerdekaan.

Zaman Mempertahankan Kemerdekaan (1945-1949)

Berupa kajian mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, percobaan sistem pemerintahan pada awal kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan serta keberhasilan dalam mencapai kedaulatan.

Zaman RIS dan Demokrasi Liberal (1949-1959)

Berupa kajian mengenai pemerintahan Uni Indonesia­Belanda sebagai hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag dan masa penerapan sistem parlemen di Indonesia.

Zaman Demokrasi Terpimpin (1959-1966)

Mengenai kajian demokrasi terpimpin dan keruntuhan rezim orde lama.

Zaman Orde Baru (1966-1998)

Membahas tentang pemerintahan Orde Baru hingga awal Reformasi.

Zaman Reformasi

Demokrasi yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Orde Baru telah melahirkan gerakan reformasi yang kemudian membawa tatanan ketatanegaraan baru di Indonesia. Pembaharuan dilakukan dalam bentuk amandemen UUD 1945, penerapan otonomi daerah, perubahan sistem partai politik, dan pemilu. Masa reformasi merupakan bahasan hingga masa sekarang.

Untuk menambah pemahaman mengenai periodisasi, akan disajikan tabel perbandingan contoh periodisasi sejarah Indonesia dari beberapa ahli.

Periodisasi

Di antara periodisasi sejarah yang dipaparkan di atas mempunyai beberapa perbedaan. Namun, perbedaan tersebut tidak perlu diperdebatkan sebab masing-masing sejarawan mempunyai dasar dalam menyusun periodisasi. Pada dasarnya semua periodisasi yang disusun para sejarawan adalah benar sebab kegunaan utama periodisasi adalah untuk memudahkan atau memahami perjalanan sejarah bangsa Indonesia.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

3 Unsur Penting Sejarah dan periodisasi Sejarah

Oleh :
Kontinuitas dan diskontinuitas merupakan konsep penting dalam sejarah. Konsep ini berkaitan erat dengan konsep perubahan dan perkembangan.

3 Unsur Penting Sejarah dan periodisasi Sejarah – Kajian sejarah menyangkut tiga hal penting, yakni manusia, ruang, dan waktu yang lazim disebut unsur-unsur sejarah.

Manusia

Yang dimaksud dengan sejarah adalah sejarah dari umat manusia bukan sejarah binatang atau alam. Sejarah tidak akan membahas mengenai sejarah binatang atau tumbuhan karena telah masuk ke dalam kajian ilmu biologi atau zoologi. Tetapi apabila keberadaan binatang tersebut berpengaruh atau memengaruhi kehidupan manusia, maka akan masuk dalam kajian sejarah.

Ruang (Lokasi)

Tempat merupakan unsur penting yang harus ada dalam sejarah. Jika kita berbicara tentang penjajahan, harus ditegaskan di mana penjajahan tersebut berlangsung.

Waktu

Sejarah slalu berkaitan dengan kronologi dan keunikan. Setiap peristiwa sejarah mempunyai keunikan yang selalu berbeda dari waktu ke waktu. Perlawanan Diponegoro atau Perang Jawa melawan Belanda (1825-1830), berbeda dengan Perang Padri di Sumatra Barat. Walaupun keduanya sama­ sama menentang Belanda dan dalam waktu yang beriringan, tetapi masing­ masing mempunyai perbedaan dalam sejarah.

Periodisasi dalam Sejarah

Kata paling mudah untuk mendefinisikan periodisasi adalah pembabakan. Jadi periodisasi sejarah sama dengan pembabakan sejarah. Periodisasi sejarah ada karena unsur waktu dalam sejarah yang menyebabkan perlunya kronologi atau urut-urutan peristiwa. Periodisasi dalam sejarah sangat penting artinya bagi upaya memahami sejarah. Perjalanan sejarah umat manusia sangat panjang dan luas. Tanpa periodisasi, kita sulit untuk memahaminya. Periodisasi dapat didasarkan atas beberapa pertimbangan, misalnya waktu, penguasa, negara, wilayah, dan sebagainya.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...

Ciri-ciri Desa Tradisional, Swadaya, Swakarya, dan Swasembada

Oleh :
Desa adalah perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat suatu daerah, dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain

Ciri-ciri Desa Tradisional, Swadaya, Swakarya, dan Swasembada – Desa terletak di daerah pinggiran jauh dari pusat kota. Bahkan banyak yang masih terpencil. Letak desa dan kondisi alam akan menentukan pola keruangan, sistem perhubungan, dan faktor pengangkutan di desa.

Kondisi alam meliputi iklim, tanah, topografi, tata air, dan sumber daya alam, sedangkan beberapa faktor sosial, antara lain tingkat ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan.

Demikian pula di daerah pantai umumnya memiliki sistem perhubungan dan pengangkutan yang lebih mudah.

Ciri-ciri masyarakat desa, antara lain,

  1. hubungan antarwarga terjalin lebih mendalam dan erat;
  2. sistem kehidupan mengelompok dengan dasar kekeluargaan (paguyuban);
  3. pada umumnya mata pencaharian masyarakat desa adalah bertani;
  4. masyarakat bersifat homogen dalam hal agama, adat istiadat, mata pencaharian dan tata pengaturan sosial.

Beberapa tipe desa berdasarkan perkembangan masyarakat.

Desa Tradisional (pradesa)

Ciri-ciri desa tradisional adalah:

1) masyarakat suku terasing;

2) hidup tergantung pada alam misalnya, dalam hal bercocok tanam, cara memelihara kesehatan, pengobatan, memasak, dan lain-lainnya;

3) penduduk cenderung tertutup/kurang komunikasi;

4) sistem perhubungan dan pengangkutan tidak berkembang.

Desa Swadaya

Ciri-ciri desa swadaya adalah:

1) penduduknya jarang,

2) pendidikan masyarakat rendah,

3) sebagian besar penduduk hidup bertani,

4) daerahnya bergunung-gunung atau daerah perbukitan,

5) lembaga-lembaga yang ada masih sederhana,

6) kegiatan penduduk dipengaruhi alam,

7) kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sendiri,

8) lokasi terpencil,

9) masyarakat cenderung tertutup.

Desa Swakarya

Perkembangan desa swakarya sudah lebih maju daripada desa swadaya.

Ciri-ciri desa swakarya adalah:

1) mata pencaharian beragam jenisnya,

2) adat istiadat sedang mengalami perubahan,

3) gotong royong untuk membangun desa sudah meningkat,

4) pengaruh dari luar sudah masuk sehingga terjadi perubahan cara berpikir,

5) pemerintahan desa mulai berkembang,

6) bantuan pemerintah hanya sebagai perangsang,

7) lapangan kerja bertambah,

8) masyarakat telah mampu meningkatkan kehidupannya.

Desa Swasembada

Ciri-ciri desa swasembada:

1) keperluan hidup pokok desa telah tersedia;

2) ikatan adat yang berhubungan dengan perekonomian tidak berpengaruh lagi, sedangkan lembaga-lembaga ekonomi dianggap lebih modern;

3) biasanya terletak di sekitar ibu kota kecamatan, ibu kota kabupaten, atau ibu kota provinsi;

4) alat-alat teknis sudah modern;

5) mata pencaharian beraneka ragam;

6) tingkat pendidikan dan keterampilan tinggi;

7) lembaga ekonomi, sosial, dan kebudayaan sudah dapat menjaga kelangsungan hidupnya;

8) hubungan dengan kota sekitarnya berjalan lancar;

9) kondisi perhubungan, produksi, pemasaran, dan kegiatan sosial sudah baik.


Facebook Twitter

Sponsored Ads
loading...