7 Warna Pelangi: Proses dan Jenisnya

Warna pelangi diciptakan oleh refleksi dan pembiasan cahaya dalam tetesan air di atmosfer, yang menghasilkan spektrum cahaya. Pelangi adalah busur multi-warna yang terbentuk di langit. Warna pelangi bisa dilihat tidak hanya dalam keadaan hujan tetapi juga kabut, asap, dan embun, setiap kali ada tetesan air di udara dan cahaya bersinar dari belakang di sudut kanan.

Proses terjadinya Warna Pelangi

Proses terjadinya warna pelangi bermula dari ketika cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan yang kemudian dibelokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan tersebut, yang memisahkan cahaya putih itu menjadi sebuah warna spektrum. Kemudian, warna-warna yang terpisah ini memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya.

Warna pelangi sebenarnya adalah lingkaran cahaya penuh. Namun, karena kebanyakan orang melihat warna pelangi di atas permukaan tanah, kita hanya dapat melihat pelangi dalam setengah lingkaran atau busur pelangi.

Pelangi tidak terletak pada jarak yang ditentukan, melainkan pelangi akan selalu terlihat oleh seseorang pada sudut yang tepat, Lengkungan warna pelangi adalah sudut 42 derajat mulai dari arah yang berlawanan dari matahari. Pelangi bukanlah objek, tidak dapat didekati atau disentuh secara fisik.

Tidak ada dua orang yang melihat warna pelangi yang sama, bahkan mata kita pun melihat pelangi yang sedikit berbeda. Jika seseorang tampak berdiri di bawah pelangi yang bisa Anda lihat, maka dia akan melihat warna pelangi yang berbeda pada sudut yang sama tetapi lebih jauh.

Pada abad ke-17, ilmuwan inggris, Sir Isaac Newton mengidentifikasi 7 warna dari spektrum yang terlihat yang bersama-sama membentuk cahaya putih. Semuanya hadir dalam warna pelangi dengan urutan merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Kebanyakan warna pelangi yang kita lihat akan menjadi “pelangi primer” di mana warna merah dapat dilihat pada tepi luar hingga ungu di tepi dalam.

Langit di dalam pelangi primer lebih terang dari langit di luar busur. Ini disebabkan oleh fakta bahwa jutaan tetesan yang dibutuhkan untuk membuat warna pelangi berbentuk bulat dan tumpang tindih untuk membuat cahaya putih. Namun di tepi, cakram berwarna ini tidak tumpang tindih jadi tunjukkan warna masing-masing yang menghasilkan busur pelangi.

Pada tahun 1852, ilmuwan Jerman, Ernst Von Brycke, menyatakan bahwa warna biru langit diakibatkan oleh partikel-partikel di atmosfer yang menyebarkan cahaya matahari saat memasuki atmosfer. Kemudian, dua fisikawan Inggris, Lord Rayleigh (1842-1919) dan John Tyndall (1820-1893) mempunyai penjelasan lain.

Rayleigh berpendapat bawah bagian biru dari cahaya matahari disebarkan oleh debu dan uap air, tetapi dia salah. Molekul udara sendirilah yang menyebarkan cahaya. Meskipun demikian kita masih menyebut jenis penyeberan ini sebagai efek Tyndall, atau penyebaran Rayleigh, sesuai dengan nama kedua ilmuwan tersebut.

7 Warna Pelangi

Jenis-jenis Pelangi

  1. Pelangi ganda adalah tempat busur kedua yang jauh lebih samar terlihat di luar busur primer. Ini disebabkan oleh pantulan cahaya dua kali di dalam tetesan air. Sebagai hasil dari refleksi ganda ini, warna busur kedua terbalik dengan ungu di tepi luar dan merah di tepi dalam.
  2. Pelangi api adalah fenomena ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu: awan cirrus, yang bertindak seperti prisma  setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika  berada di ketinggian 58-68 derajat
  3. Pelangi klasik adalah pelangi yang pasti pernah dilihat oleh setiap orang, sering terjadi setelah turun hujan kemudian terkena pancaran sinar matahari.
  4. Waterfall Rainbow adalah pembiasan sinar matahari oleh kabur air terjun yang ada disekitar menyebabkan teruainya warna putih matahari menjadi sebuah pelagi.
  5. Fogbow dibentuk oleh tetesan awan dan kabut, mereka hampir putih dengan warna yang sangat samar terlihat. Fogbow cukup besar dan jauh lebih luas dari pada pelangi.
  6. Circular Rainbow adalah pelangi yang benar-benar terlihat seperti busur lingkaran sempurna (dengan radius tepat 42 derajat, menurut Descartes).
  7. Moonbow adalah pelangi bulan yang langka atau pelangi waktu malam hari yang dihasilkan oleh cahaya dari bulan. Mata kita melihatnya putih meskipun semua warna samar-samar hadir.
  8. Sundog terjadi ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Sundogs berwarna merah di bagian dalam dan ungu di bagian luar dengan sisa spektrum ramai di antaranya. Semakin tebal konsentrasi kristal es di udara, semakin tebal pula strukturnya. Sekilas seperti ada tiga matahari yang memancar.
  9. Red Rainbow adalah pelangi yang biasanya terlihat saat fajar ataupun senja tiba, ketika ketebalan filter atmosfir bumi menjadi biru, terlihat lebih merah atau seperti tetesan cahaya oranye mencerminkan dan membiaskan air.

Contoh Soal Warna Pelangi

Berapakah jumlah warna pelangi?

  • Jawaban: Jumlah warna pelangi adalah 7, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Bagaimana proses terjadinya pelangi?

  • Jawaban: Proses terjadinya pelangi bermula dari ketika cahaya matahari melewati sebuah tetes hujan yang kemudian dibelokkan atau dibiaskan menuju tengah tetes hujan tersebut, yang memisahkan cahaya putih itu menjadi sebuah warna spektrum. Kemudian, warna-warna yang terpisah ini memantul di belakang tetes hujan dan memisah lebih banyak lagi saat meninggalkannya.
7 Warna Pelangi: Proses dan Jenisnya

Warna pelangi diciptakan oleh refleksi dan pembiasan cahaya dalam tetesan air di atmosfer, yang menghasilkan spektrum cahaya. Pelangi adalah busur multi-wa

Editor's Rating:
5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *