Sistematika Penulisan Modul adalah sebagai berikut

Dalam penulisan modul, yang harus menjadi perhatian utama adalah peserta didik. Dengan demikian, dalam merencanakan modul perlu disiapkan hal-hal sebagai berikut:

  • Pembuatan outline modul yang akan disusun dalam rangka memberikan kerangka penulisan modul dan dapat digunakan untuk kedalaman materi modul dalam setiap jenjang diklat.
  • Petunjuk yang harus dilakukan peserta didik dalam mempelajari modul.
  • Materi pelajaran yang lalu sebagai pemantapan, terutama yang berkaitan dengan materi yang akan diberikan.

Bagian kegiatan belajar berisi tentang pembahasan materi modul sesuai dengan tuntutan isi kurikulum atau silabus mata pelajaran. Setiap kegiatan belajar meliputi: 1) Rumusan kompetensi dasar (KD) dan indikator, 2) Materi pokok, 3) Uraian materi berupa penjelasan, contoh dan ilustrasi-ilustrasi, 4) Rangkuman, 5) Tugas/latihan, 6) Tes Mandiri, 7) Kunci Jawaban, 8) Umpan balik (feedback). Evaluasi berisi soal-soal untuk mengukur penguasaan peserta didik setelah mereka mempelajari keseluruhan isi modul. Setelah mengerjakan soal-soal tersebut, mereka langsung dapat mencocokkan jawaban mereka dengan kunci jawaban yang tersedia dan sekaligus menganalisis tingkat penguasaan mereka. Di bagian akhir modul biasanya dilengkapi dengan glosarium dan daftar pustaka. Glosarium adalah daftar kata-kata yang dipandang sulit beserta penjelasannya. Dengan adanya glosarium ini diharapkan peserta didik betul-betul dapat belajar secara mandiri.

Related Posts